Menu

Kakak Beradik “Habisi” Paman Secara Brutal, Warga Melerai Ikut Dibacok di di depan Masjid Nurul Iman, Kabupaten Pa­saman

  Dibaca : 549 kali
Kakak Beradik “Habisi” Paman Secara Brutal, Warga Melerai Ikut Dibacok di di depan Masjid Nurul Iman, Kabupaten Pa­saman
BACOK PAMAN— Kakak beradik, Armin (37) dan Suandi (31) diamankan Polisi usai membacok pamannya hingga tewas.

PASAMAN, METRO–Kakak beradik tega membacok pamannya secara brutal menggu­nakan parang hingga tewas di depan Masjid Nurul Iman, Jorong Sentosa, Kampung Sukadamai ll, Nagari Persiapan Panti Utara (Pantura), Keca­ma­tan Panti Kabupaten Pa­saman, Rabu (7/7) sekitar Pukul 19.15. WIB.

Korban yang diketahui bernama Cutran (50) itu dibacok oleh dua kemena­kannya saat baru saja me­nu­naikan shalat maghrib di masjid tersebut. Saking brutalnya, kakak beradik tersebut juga membacok warga bernama Marahadi (41) yang hanya berniat melerai.

Peristiwa itu sontak mem­buat warga dan je­maah masjid dibuat keta­kutan dan geger melihat aksi kakak beradik yang sadis tersebut. Usai meng­habisi pamannya, kakak beradik Armin (37) dan Suandi (31) pergi begitu saja meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah.

Setelah itu, warga beru­saha menyelamatkan kor­ban Cutran dan Marahadi dengan membawanya ke Rumah Sakit Yarsi Panti untuk mendapatkan pera­watan. Namun, sayangnya, korban Cutran dinyatakan sudah meninggal dunia dengan kondisi luka baco­kan di leher dan sekujur tubuhnya.

Sedangkan korban Ma­rahdi masih dapat disela­matkan dan masih dirawat intensif atas luka bacok yang dialaminya. Pascake­jadian, Polisi yang menda­patkan laporan adanya kejadian pembunuhan itu, langsung menangkap ka­kak beradik tersebut dan menyita barang bukti pa­rang yang digunakan untuk menghabisi korban.

Kapolsek Panti Iptu Ed­win mengatakan, dari hasil pemeriksaan, aksi peng­aniayaan yang berujung tewasnya korban Cutran yang dilakukan oleh kakak beradik ini dipicu adanya masalah keluarga yaitu batas tanah rumah. Sebe­lumnya, mereka juga su­dah terlibat perselisihan, namun belum masalah itu tak kunjung selesai.

“Korban dan kedua pe­laku hubungan keluarga yang sangat dekat, yaitu paman dan kemenakan. Ke­duanya menganiaya kor­­ban dengan mengu­nakan sen­jata tajam. Se­hingga meng­akibatkan se­jumlah luka-luka dibagian leher korban, perut dan sekujur badan korban,” kata Iptu Edwin, Kamis (8/7)

Dijelaskan Iptu Edwin, korban usai kejadian kata dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Panti untuk mendapatkan pera­watan intensif. Namun, saat perjalanan ke RS Yarsi nyawa korban tidak ter­tolong dan dinyatakan me­ninggal dunia.

“Tidak hanya membu­nuh korban Cutran, kedua pelaku juga menganiaya satu korban Marahadi yang juga warga Suka Damai II yang pada saat kejadian berniat melerai penga­nia­yaan tersebut. Sementara untuk korban Marahadi mengalami sejumlah luka-luka dibagian badannya dan saat ini tengah men­jalani perawatan intensif di RS Yarsi Panti,” jelas Iptu Edwin.

Iptu Edwin menam­bah­kan, setelah mendapat laporan masyarakat, pi­hak­nya langsung bergerak ke lokasi dan menga­man­kan kedua pelaku dan ba­rang bukti parang. Saat ini kedua pelaku sudah dia­mankan di Polres Pasaman untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan ketera­ngan saksi-saksi, korban dibacok di depan masjid lantaran baru saja selesai menunsaikan shalat magh­rib. Di depan masjid, kor­ban sudah ditunggu oleh kedua pelaku dan sempat terlibat adu mulut. Ketika itulah, kedua pelaku lang­sung membacok korban secara brutal hingga kor­ban ter­kapar bersimbah darah,” ujar Iptu Edwin. (mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional