Close

Kakak Beradik Diperkosa Kakek, Paman, Abang, hingga Tetangga, Terbongkar Usai Korban Minta Perlindungan ke Warga, Tak Berani Lapor Ibu karena Takut Dipukuli

CABUL— Empat pelaku pencabulan terhadap kakak beradik ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Padang. Mereka terdiri dari kakek, paman, kakak dan tetangga korban.

PADANG, METRO–Dua kakak beradik yang masih berusia sangat belia dicabuli oleh enam orang se­cara bergantian de­ngan waktu yang ber­beda. Mirisnya, para pelaku pencabulan itu merupakan orang ter­dekat korban yaitu, kakek, paman, kakak kan­dung, kakak sepupu hingga tetangga korban.

Kasus pencabulan yang menimpa Bunga dan Mawar (nama samaran-red) yang masih berumur 7 dan 5 tahun ini terjadi di rumah korban kawasan Mata Air, Kecamatan Pa­dang Selatan. Yang lebih parah lagi, kakak beradik itu sudah dicabuli berulang kali dan digilir dari hari ke hari.

Namun, karena terus-terusan dijadikan sebagai pelampiasan nafsu oleh keluarga dan tetangganya, kedua korban pun menjadi sangat takut pulang ke rumah. Bahkan, kedua korban berusaha mencari perlindungan dengan tetangganya yang lain, hingga akhirnya penderitaan kedua bo­cah itu terbongkar.

Mendengar pengakuan kedua bocah itu, tetangganya pun merasa kasihan dan iba, hingga melaporkannya kepada Ketua RT setempat. Setelah itu, dilaporkanlah ke Unit PPA Satreskrim Polresta Pa­dang. Tak butuh waktu la­ma, kakek, paman, dua ka­kak kandung korban, satu kakak sepupu dan satu tetangga korban berhasil ditangkap.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fer­nan­da mengatakan, kejadian tersebut dilaporkan oleh tetangga korban  pada Selasa (16/11) malam yang langsung diproses oleh unit PPA bersama tim Opsnal Satreskrim Polresta Pa­dang untuk menangkap pa­ra pelakunya.

“Kami sudah amankan empat pelaku, yaitu kakek kandung J (65), paman kan­dung R (23) dan dua kakak yang masih di bawah umur berinisial R (11), kakak kandung dan G (10), kakak sepupu pada Rabu siang (17/11) di kawasan Pasar Raya Padang,” ujar Kasat Res­krim Polresta Padang, Kompol Rico Fer­nanda.

Ditambahkan Kompol Rico, sementara dua pelaku lainnya U (28) tetangga korban dan A (26) kakak kandung korban ditangkap sore hari setelah sempat menghilang. Terkait kasus ini, untuk dua pelaku yaitu R dan G tidak diproses secara hukum karena selain di bawah umur dua kakak korban ini mengaku hanya memegang tangan dan kaki korban.

“Sementara itu, empat pelaku yang lainnya, yang terdiri dari kakek, paman, kakak kandung korban dan tetangga korban yang diketahui telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban dibuktikan dengan hasil visum yang ada, akan diproses huku,” tegas Kompol Rico.

Dikatakannya, perbuatan ini diketahui bermula ketika kedua korban datang ke tetangganya untuk meminta perlindungan, bahwa dirinya telah dilakukan perbuatan yang tidak mengenakan yaitu cabul yang dilakukan oleh para pelaku.

“Anak ini merasa takut di rumah, dan menjelaskan perbuatan kakek, paman, kakak dan tetangganya. Mendengar hal tersebut tetangga menghubungi pihak RT dan melaporkan ke Polresta Padang,­”imbuh­nya.

Setelah melaporkan ke­ja­dian tersebut, Satreskrim Polresta Padang mengumpulkan saksi dan mengambil visum dan hasil sementara adanya robek pada selaput dara anak tersebut. Berdasarkan hasil visum tersebut, pihaknya mela­kukan pengamanan dan penahanan terhadap pelaku setelah unit Pelayanan Pe­rempuan dan Anak (PPA)­ Polresta Padang menemukan bukti permulaan yang cukup tersebut.

“Untuk pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 76E UU RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman mak­simal 15 tahun,” katanya.

Untuk memberikan per­lindungan kepada kedua korban, Kompol Rico mengungkapkan, pihaknya akan menggandeng psi­kolog dan lembaga peduli anak untuk pemulihan trauma korban. Sampai saat ini, korban masih didampingi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Untuk pemulihan kami gandeng psikolog. Kasus ditangani PPA Polresta Pa­dang. Kami akan koordinasi dengan dinas sosial dan perlindungan anak di Pemko Padang,” ujarnya.

Korban Minta Perlindungan karena Kesakitan

Salah seorang tetangga korban, Supriati mengatakan, korban memberanikan diri mencari perlindungan dengan menceritakan yang dialami kepada tetangga. Bahkan korban tidak betah di jika berada di rumah karena jika berada di rumah akan terus dicabuli.

“Korban ini udah bilang ke tetangga. Mencari perlindungan. Pernah meminta ikut sama saya. Saya tanya ada apa? Paman dan kakek memperkosa,” kata Supriati diwawancarai wartawan, Rabu (17/11).

Diceritakan Supriati, menurut pengakuan kakak beradik, mereka terpaksa menahan sakit usai dicabuli oleh kakek, paman, kakak kandung dan tetangganya. Bahkan juga tidak berani menceritakan kepada ibu kandung karena takut dimarahi.

“Udah tidak tahan, udah sakit. Kenapa tidak ngomong sama ibu? takut dipukuli. Begitu cerita kedua korban kepada saya,” ujarnya.

Atas pengakuan kakak beradik ini, para tetangga pun berinisiatif melaporkan kejadian tersebut. Melalui Ketua RT, kasus ini akhirnya sampai ke pihak kepolisian.  Polisi mengantongi terdapat enam orang yang terlibat dalam kasus ini pemerkosaan ini, tapi yang ditetapkan tersangka hanya empat orang. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top