Close

Kajati Resmikan Balai Restorasi Justice, Menggandengkan Hukum dengan Nilai Kearifan Lokal

RUMAH BALAI RESTORASI— Kajati Sumbar Yusron didampingi Wali Kota Sawahlunto Deri Asta SH dan Kajari Sawahlunto Abdul Mubin menggunting pita rumah Balai Restorasi Justice di belakang Kantor KAN Talawi, Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Kejati Sumbar Yusron SH MH meresmikan Balai Restorasi Justice di belakang Kantor KAN Talawi, Selasa (7/6). Dalam peres­mian tersebut juga dihadiri Kajari Sawahlunto Abdul Mubin SH MH, Walikota Sawahlunto Deri Asta SH, Kapolres Sawahlunto AKBP Ricardo Condrat Yusuf SIK SH MH, Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wah­­yu SE, Wakil Ketua DPRD H Jaswandi SE dan Kepala Kemenag Sawah­lunto Dedi Wandra SAg MA serta pengusaha tambang Batubara Jhon Reflita SE, Ketua KAN Talawi dan Ke­tua LKAAM Sa­wahlunto.

Kejati Sumbar Yusron menyebutkan, Kota Sa­wahlunto merupakan dae­rah yang kedua meresmikan Balai Restorasi Justice (BRC). Minggu depan akan mendatangi Solok untuk melakukan hal yang sa­ma. Arahan dari BRC ini ke depannya memang akan terus bergandengan dengan kearifan lokal da­lam usaha untuk menyelesaikan tindakan atau aksi pidana umum yang kriteria hukumnya di ba­wah 5 tahun dan kerugian korban dibawah Rp 2,5 juta. Hal  ini merupakan pergeseran paradigma hukum kembali kesemula  dalam bentuk mediasi dan permusyawaratan.

“Bukan hanya yang kai­tannya dengan pidana jadi apa saja persoalan masya­rakat yang perlu berkonsultasi dengan pihak Kejari akan dilayani di tempat ini. Perdata, seng­keta tanah, perkawinan akan dimediasi,” ungkap Yusron.

Yusron mengatakan, ada surat dari Kejagung dalam waktu dua hari lalu untuk mengembangkan fungsi BRC ini ke depannya guna mengatasi pe­nyalah gunaan Narkoba. Namun kegiatan ini perlu back up dari pemerintah setempat yaitu Walikota Sawahlunto untuk rehabi­litasi dan ke rumah sakit mana dalam tindak lanjutnya.  Atau berupa hukuman penjara tergantung aksi penyalahgunaan yang dilakukan.

“Aturan sudah disiapkan, tinggal pelaksanaan dan tempatnya yang ma­sih dalam persiapan. Terkait hal ini Kejagung akan melaunching 22 Juli 2022 yang bertepatan dengan hari Ulang Tahun Kejaksaan,” ujar Yusron.

Kajari Sawahlunto Abdul Mubin mengungkapkan, pihak Kejaksaan ha­rus mampu mewujudkan kepastian hukum, keter­tiban umum, keadilan dan kebenaran. Hal itu berdasarkan hukum dan me­ngindahkan norma keagamaan, kesopanan, kesusilaan serta wajib menggali nilai-nilai kemanusiaan hukum dan keadilan yang hidup dan ber­kem­bang di dalam masya­rakat. Kehadiran Balai Restorasi Justice ini akan lebih mempermudah kejaksaan untuk terjun langsung dalam persoalan masyarakat yang terjadi namun secara humanis, melalui pendekatan persuasif.

Sementara, Walikota Sawahlunto Deri Asta cukup anstusias dengan kehadiran Balai Restorasi Justice di belakang Kantor KAN Talawi. Dia berharap di tengah kondisi saat ini persoalan masyarakat yang masih bisa dimediasi dan diselesaikan secara bersama dapat dilakukan. Sehingga tidak langsung menyentuh ke tindakan hukum. Hal seperti itu akan memberikan pendi­dikan hukum dan pembinaan hukum secara tidak langsung kepada masya­rakat nya.

 “Dengan Balai Restorasi Justice saat ini persoalan itu tidak dibesar-besarkan sesuai kriteria­nya, diusahakan mengatasinya dengan model lain dari paradigma hukum, namun di zaman dulu su­dah pernah diperbuat oleh leluhur kita, dan tidak ber­tentangan dengan kearifan lokal daerah setempat,” ujar Deri Asta. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top