Close

Kajari Dharmasraya Bersama 2 Anak Buah Ditangkap Tim Kejagung, Ditebangkan ke Jakarta untuk Diperiksa, Diduga Pelanggaran dalam Menangani Perkara Pidum

Fifin Suhendra.

PADANG, METRO–Satgas 53 Kejaksaan Agung ( Kejagung) RI, me­nga­mankan Kepala Kejak­saan Negeri (Kajari) Dhar­masraya dan dua orang anak buahnya yang bertugas se­bagai Jaksa Penuntut Umum (JPU). Mereka diamankan terkait dugaan indikasi pe­lang­garan dalam me­na­ngani perkara tindak pi­dana umum di wilayah hu­kum Kejari Dharmasraya.

Kepala Kejaksaan Ting­gi Sumbar melalui Kepala Seksi (Kasi Penkum) Pene­rangan Hukum Fifin Suhen­dra ketika ditemui di rua­ngan­­nya Rabu (23/9) mem­benarkan hal ter­se­but.

“Benar ada tiga orang yang diminta klarifikasi oleh dua orang tim Satgas 53 Kejagung RI termasuk Kajari Dharmasraya yang mendampingi karena be­liau dalam hal ini sebagai Kasatker. Dua orang Tim Satgas 53 ini berasal dari Jamintel Kejagung, “ sebut­nya. 

Mantan Kasi Barang Bukti Kejari Palembang itu menambahkan, tiga orang tersebut langsung dibawa oleh Satgas 53 ke  Kejagung RI Jakarta, pada Selasa (22/9) pukul 13.30 WIB me­la­lui Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM). 

Dirinya pun mengakui, hingga saat ini belum men­da­patkan informasi ten­tang pekara apa yang me­nye­babkan JPU Dhar­mas­raya ini diboyong ke Ja­karta, sehingga diminta ke­terangan oleh tim Satgas 53 Kejagung RI.

“Hingga saat ini kami belum mengetahui persis detail permasalahan ter­kait dugaan apa pelang­garanya. Kami dari Kejati Sumbar hanya mem­fasi­litasi kedatangan tim sat­gas 53 tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Ka­pus Penkum) Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dihu­bungi POSMETRO terkait prihal ini belum ada jawab baik melalui pesan Whats­App maupun ponselnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya, Willyam­son saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan WhatsApp, terkait penang­ka­pan Kajari dan dua anak buah­nya, tidak menjawab.

Sebelumnya, tim Sat­gas 53 Kejaksaan Agung RI Jaksa Agung Sanitiar Bur­ha­nuddin melantik dan me­ngambil sumpah 31 ang­gota Satuan Tugas 53 (Sat­gas 53) di kompleks Kejak­saan Agung, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020 lalu.

Pembentukan Satgas 53 ini bukanlah sebagai koreksi, melainkan justru untuk memperkuat dan mempercepat kinerja in­teli­jen dan pengawasan da­lam menyajikan infor­masi, akurasi, dan kece­patan bertindak dalam me­nyelesaikan setiap dugaan pelanggaran disiplin.

Burhanuddin menje­las­kan bahwa Satgas 53 ini ter­diri atas gabungan bi­dang Jaksa Agung Muda In­te­lijen, Jaksa Agung Mu­da Pengawasan, dan Pusat Penerangan Hukum yang memiliki karakteristik fung­si yang berbeda namun saling melengkapi.

Ia berharap kolaborasi dan sinergitas ketiga lintas bidang ini dapat makin memperkuat peran penga­wasan selaku pelaksana, pengendali intern kejak­saan

Pembentukan Satgas 53 ini senapas dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020,14 Desember 2020,” kata Bur­ha­nuddin.

Dalam arahannya, Pre­siden Jokowi telah me­nyam­paikan kejaksaan ada­lah wajah penegakan hu­kum Indonesia di mata ma­sya­rakat dan inter­nasio­nal.

Dengan demikian, se­tiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personel di kejaksaan dalam pene­gakan hukum akan men­jadi tolak ukur wajah ne­gara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia.

Karena itu, kata Bur­ha­nud­din, penguatan ter­ha­dap pengawasan dan pe­ne­gakan disiplin internal da­lam tubuh kejaksaan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Burhanuddin menje­las­kan bahwa Satgas 53 ini ter­diri atas gabungan bi­dang Jaksa Agung Muda In­te­lijen, Jaksa Agung Mu­da Pengawasan, dan Pusat Penerangan Hukum yang memiliki karakteristik fung­si yang berbeda namun saling melengkapi. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top