Menu

Kagum Aksi One Menyelamatkan Warga, Edriana Langsung Bangun Palang Ampang Perlintasan Kereta Api

  Dibaca : 196 kali
Kagum Aksi One Menyelamatkan Warga, Edriana Langsung Bangun Palang Ampang Perlintasan Kereta Api
BERTEMU WARGA— Aktivis Perempuan, Edriana, SH, MA setelah bertemu warga, langsung melihat kondisi lokasi perlintasan kereta api di Jalan Adinegoro depan SPBU Padang.

SEORANG perempuan paruh baya berdiri di tengah jalan, memegang bendera berwarna merah. Di depannya terdapat rel kereta api dan jalan utama Kota Padang. Perempuan itu melambaikan bendera di tangannya. Kendaraan yang menuju ke arah posisinya berdiri dan hendak menuju perlintasan rel di gang jalur utama Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya depan SPBU itu pun berhenti.

Swari Arfan, PADANG – Sesaat kemudian, suara gemuruh datang. Kereta api pun muncul dan lewat di atas rel. Setelah kereta api lewat, perempuan itu lalu menepi dan mempersilahkan kendaraan yang berhenti untuk lewat melintasi rel.

Perempuan itu akrab dipanggil One. Umurnya sekitar 50 tahun. One, warga yang tinggal di Gang Jalan Adinegoro Lubuk Buaya depan SPBU itu, sehari-hari dengan sukarela dan ikhlas, menjadikan dirinya petunjuk dan pemberi aba-aba keamanan bagi warga dan kendaraan yang akan melintasi rel, jika kereta api lewat. Hampir tiap hari One melakukan aktivitasnya tersebut.

Ratni (30) salah seorang pemilik warung nasi, di dekat rel tersebut mengataan, aksi One tersebut sangat membantu meminimalisir kecelakaan di jalur rel kereta api tersebut. Soalnya, kendaraan yang melewati perlintasan kereta api, jika tanpa ada petunjuk sangat rawan tertabrak kereta api yang melintas. Apalagi, cukup banyak kendaraan lewat mahasiswa di gang tersebut, dengan hadirnya Kampus Universitas Negeri Padang (UNP).

Di kawasan tersebut, ada 18 kali jadwal kereta api lewat dari pagi hingga sore hari. Tidak hanya di gang depan SPBU, cukup banyak perlintasan liar yang terdapat di sepanjang rel kereta api. Termasuk di lokasi tersebut. Sepanjang jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun KAI di Jalan Simpang Haru Padang, terdapat 249 perlintasan sebidang liar.

Suatu hari, seorang aktivis perempuan, Edriana, SH, MA berada di lokasi tersebut bertemu dan bersosialisasi dengan warga. Kebetulan, Edriana melihat aksi One tersebut. Edriana pun berdecak kagum. “Seorang perempuan yang sudah berumur rela dan ikhlas melakukan aksi tersebut demi keselamatan warga dan pengendara,” ungkap Alumni SMAN 2 Padang ini dengan nada haru.

Edriana pun menghampiri One dan mengucapkan terima kasih atas aksinya. Edriana pun lalu, menghampiri warga yang berkumpul. Di hadapan warga, sebagai ungkapan terima kasih terhadap aksi One, Edriana dengan spontan langsung menyatakan dirinya membantu membuat plang ampang perlintasan di depan rel tersebut.

Apa yang diungkapkan Edriana itu, bukan sekedar keinginan saja. Minggu (11/11), plang ampang perlintasan kereta api yang dijanjikan pun datang. Melihat datangnya plang tersebut, pemuda dan warga pun langsung dengan spontan mengecat dan bergotong royong memasang plang ampang tersebut. Setelah plang ampang perlintasan kereta api itu berdiri kokoh, warga dan pemuda pun berinisiatif berbagai tugas secara bergilir, untuk menutup dan membuka plang ampang, saat kereta api melintas.

Ratni mengucapkan terimakasih kepada Edriana, yang telah membangun plang ampang perlintasan kereta api tersebut. Keberadaan plang ampang tersebut, sangat berarti untuk keselamatan pengendara dan warga di sekitar. Apalagi di dalam gang tersebut cukup banyak warga yang berdomisili.

Edriana mengatakan, pengadaan jalur kereta api Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) penting agar masyarakat memiliki alternatif moda transportasi. Namun disayangkan tidak diikuti dengan sistem pengamanan yang memadai.

Sehingga, demi menjaga agar warga terhindar dari kecelakaan, maka seorang ibu dengan sukarela memberi peringatan pada masyarakat untuk tidak menyeberang rel karena kereta api sedang lewat.

“Tugas seorang ibu yang selama ini bertanggung jawab atas pengawasan anak dan keluarga menjadikan ibu tersebut sangat prihatin dan langsung mengambil inisiatif menjadi pengawas rel kereta api. Semoga dengan adanya sumbangan pembuatan plang ampang perlintasan kereta api ini, si ibu dan masyarakat setempat menjadi terhindar dari bahaya,” ujar perempuan yang sedang menyelesaikan studi program Doktor Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI) ini. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional