Menu

Kadisdik Tegaskan tak Ada Pembatalan, Hari ini Sekolah Dibagi 2 Shift

  Dibaca : 108 kali
Kadisdik Tegaskan tak Ada Pembatalan, Hari ini Sekolah Dibagi 2 Shift
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi

AZIZ CHAN, METRO
Isu corona varian baru yang memiliki daya tular lebih cepat dari yang ada sekarang, tidak menyurutkan niat Pemko Padang untuk memulai pembelajaran tatap muka mulai pagi ini, Senin (4/1). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang Habibul Fuadi menegaskan, pembelajaran tatap mulai tetap dilaksanakan mulai Senin pagi, sesuai dengan yang telah direncanakan.

“Senin pagi dimulai sekolah. Insyaallah tak ada kendala,” tegas Habibul, Minggu (3/1).

Adapun isu penularan corona varian baru dari Inggris dinilai baru sekadar isu. Pemerintah pusat pun, kata Habibul, belum ada mengeluarkan instruksi terbaru. “Belum ada instruksi apapun dari pemerintah pusat. Jadi kita tetap menjalankan intruksi sebelumnya,” tandas Habibul.

Saat ini, persiapan sudah 100 persen. Boleh dikatakan hampir semua sekolah memulai proses belajar mengajar melalui tatap muka memulainya hari ini.

“Umpamo alah menyatakan siap kasadonyo. Jadi Senin kita akan memulai tatap muka di sekolah,” kata Habibul.

Dijelaskan, saat ini, ada sekitar 420 unit sekolah dasar di Padang. Sementara SMP sebanyak 100 lebih. Semua sarana dan prasarana yang diperlukan sudah dipersiapkan. Seperti susunan bangku, alat mencek suhu tubuh. Bahkan semua guru yang berjumlah sekitar 13 ribu orang juga sudah di tes swab.

Habibul mengungkapkan, proses belajar mengajar pada semester genap di Tahun Ajaran 2020/2021 ini dibatasi. Dalam seminggu, proses belajar seorang siswa dibagi menjadi dua shift. Yakni shift belajar tatap muka dan shift belajar daring.

“Jadi, dalam seminggu, seorang siswa mendapat jatah belajar tatap muka selama tiga hari dan belajar dalam jaringan (daring) selama tiga hari. Pembagian waktunya selang-seling,” ulas Habibul.

Selain itu waktu masuk dan pulang juga dipangkas. Masuk sekolah jam 7.30. Setelah melalukan rangkaian persiapan, diperkirakan mulai belajar pukul 08.00 WIb dan pulang sekitar pukul 10.00 WIB. “Intinya semua kita percepat,” tandas Habibul.

Kemudian, jumlah rombongan belajar di kelas juga dibatasi. Dalam satu kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa. Sedangkan sebagian siswa lainnya mengikuti proses belajar melalui daring di rumah masing-masing. “Isi kelas hanya 50 persen saja.”

Habibul menambahkan, kehadiran siswa di sekolah di awal semester kali ini tidak dilakukan secara serentak untuk semua tingkatan. Akan tetapi dilakukan secara bertahap. Di pekan pertama Januari 2021 ini, proses belajar tatap muka diikuti oleh siswa SD kelas 6 dan kelas 5. Termasuk siswa SMP kelas 9.

Sementara pada pekan kedua Januari, siswa yaang hadir di sekolah yakni siswa SD kelas 3, 4, 5, dan 6. Siswa SMP yang hadir di sekolah yakni kelas 8 dan kelas 9. Siswa yang hadir di sekolah di pekan ketiga Januari nanti yakni seluruh siswa SD kelas 1 hingga kelas 6. Begitu juga di tingkat SMP, seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 hadir di sekolah.

“Sedangkan seluruh siswa PAUD sudah mengikuti proses belajar dari pekan pertama Januari tanpa dibatasi,” beber Habibul.

Ia mengatakan, protokol kesehatan (prokes) diterapkan di masing-masing sekolah. Siswa dan guru wajib memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan, serta mengenakan masker /faceshield selama di lingkungan sekolah.

“Protokol kesehatan mesti diterapkan dengan baik agar tidak terjadi penularan Covid-19,” harap Habibul.

Ia mengungkapkan, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah, orang tua siswa wajib antar jemput anak ke sekolah. Sebab di sekolah nantinya dilakukan cek suhu tubuh kepada seluruh siswa.

“Jika suhu tubuh siswa di atas 37,3 derajat celcius, tidak dibolehkan untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah. Siswa diharuskan diantar pulang oleh orang tuanya,” tegas Habibul.

Sebelum sekolah tatap muka dimulai, Habibul Fuadi menyebut bahwa seluruh orang tua siswa menandatangani surat persetujuan atau izin orang tua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Orang tua juga memastikan anaknya berada dalam kondisi sehat dan siap untuk mengikuti belajar tatap muka. Serta menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk dipakai anak di sekolah.

“Termasuk menyiapkan makan dan minum anak untuk di sekolah. Karena selama jam istirahat, anak tidak dibolehkan keluar kelas. Makan dan minum di kelas,” sebutnya.

Zona Kuning
Terpisah, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengimbau seluruh peserta didik dan guru mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Alhamdulillah Padang sudah masuk kategori kuning, sangat memungkinkan untuk melakukan aktifitas sekolah tatap muka, tentu dengan mematuhi protokol kesehatan,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menyebutkan, sejumlah langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di persekolahan sudah dilakukan. Seperti melakukan tes swab bagi tenaga pengajar atau guru. Sebanyak 12 ribu guru sudah di tes swab dan sudah diketahui siapa saja yang terkonfirmasi positif.

“Guru yang komorbid (memiliki penyakit bawaan) juga sudah diketahui. Mereka akan kita batasi untuk mengajar di sekolah,” sebut Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, sebenarnya kata kunci dari Covid-19 yakni patuh dengan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, serta mencuci tangan dengan bersih. “Maka itu, di setiap pintu masuk kelas dipastikan ada air yang mengalir, ada sabun, sehingga setiap anak mencuci tangan,” harapnya.

Pengawasan Ketat
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry meminta pihak sekolah melakukan pengawasan yang ketat terhadap sekolah selama belajar tatap muka ini. “Sekolah-sekolah diminta mengawasi siswa dan jangan dibiarkan mereka berkerumun dengan rekan-rekannya. Jika terlihat, maka majelis guru mesti tegur dan bubarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani meminta pada orang tua mempersiapkan segalanya untuk belajar tatap muka. Selain itu, orang tua diharapkan mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Hal ini untuk menjamin keselamatan siswa, sehingga tercegah dari Covid-19.

Selain itu terang Syafrial, orang tua juga harus mempersiapkan bekal bagi anak saat di sekolah nanti. Supaya imun anak kuat dan penularan virus tak terjadi. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional