Menu

Kabur ke Yogyakarta, Koruptor Dana Nagari Tanjuang Alai Dieksekusi

  Dibaca : 767 kali
Kabur ke Yogyakarta, Koruptor Dana Nagari Tanjuang Alai Dieksekusi
DIRINGKUS— Kajari Solok Donny Haryono Setiawan bersama jajarannya menjemput terpidana kasus korupsi Budi Santoso yang berhasil diringkus oleh tim intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung). (heriviko/posmetro)

SOLOK, METRO – Sempat kabur dan menghilang, terpidana kasus korupsi Budi Santoso (47) yang merupakan mantan Bendahara Nagari Tanjuang Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, diringkus tim gabungan Kejaksaan di tempat persembunyiannya di Joholanang, Kelurahan Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/11)., Jumat (22/11) sekitar pukul 18.00 WIB.

Budi Santoso merupakan terpidana korupsi, terhadap penyalahgunaan keuangan nagari pada tahun anggaran 2015 dan 2016 silam. Budi Santo sendiri dinyatakan bersalah oleh majelis hakim pada putusan Makamah Agung (RI) melakukan tindak pidana korupsi dengan dasar eksekusi terpidana adalah putusan MA RI Nomor 1612 K/Pid.Sus/2019 tertanggal 15 Mei 2019.

Kepala Kejaksaan Negri Solok, Donny Haryono Setiawan mengatakan, dalam proses banding, akhirnya pada tanggal 15 Mai 2019 lalu, Mahkamah Agung RI menyatakan Budi Santoso dinyatakan bersalah. Putusan itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 1612 K/Pidsus/2019 tanggal 15 Mei 2019.

“Putusannya menyatakan terdakwa Budi Santoso, BBA, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta,” kata Donny.

Donny melanjutkan, menyangkut denda yang dijatuhkan terhadap terpidana Budi Santoso, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, di ganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Selain itu terhadap terpidana Budi Santoso, juga dibebankan membayar uang perkara (UP) sebesar Rp162 juta.

Namun atas turunnya putusan Mahkamah Agung itu, terpidana Budi Santoso justru menghilang. Untuk melakukan tindakan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung itu terhadap terpidana Budi Santoso, pihak Kejaksaan Negri Solok sempat melayangkan surat pemanggilan sebanyak tiga kali kepada dirinya.

Akan tetapi surat panggilan itu tidak pernah digubris oleh terpidana kasus penyalahgunaan keuangan nagari itu yang mengakibatkan kerugian negara. Karena mangkir, petugas Kejaksaan pun memutuskan untuk melakukan penjemputan paksa terhadap terpidana Budi Santoso.

Namun ketika petugas kejaksaan hendak mendatangi rumah terpidana untuk melakukan eksekusi, Budi Santoso malah menghilang dan petugas tidak menemukan terpidana kasus korupsi itu dirumahnya. Petugas sempat kehilangan jejak.

Akan tetapi, untuk mengejar terpidana kasus korupsi itu, pihak Kejaksaan Negri Solok tidak mau kehilangan akal. Untuk melacak pelarian Budi Santoso, pihak Kejaksaan Negri Solok kemudian minta bantuan Adhyaksa Monitoring Center (AMC).

Akhirnya tempat persembunyian terpidana kasus korupsi itupun tercium oleh petugas. Berkat kerjasama dengan petugas tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dan Kejaksaan Negeri Sleman, Budi Santoso pun berhasil diamankan di daerah Sleman, Yogyakarta.

Kejaksaan Negeri Solok yang dipimpin langsung Kajari Solok, Donny Haryono Setiawan didamping Kasi Pidsus Wahyudi Kuoso dan Kasi Intelijen Ulfan Yustian Arif langsung membawa terpidana korupsi yang menjadi buruannya untuk dijebloskan ke Lapas Muaro Padang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional