Menu

Kabupaten Solok Kekurangan Guru PNS

  Dibaca : 115 kali
Kabupaten Solok Kekurangan Guru PNS
Ilustrasi

SOLOK, METRO
Permasalahan kekurangan guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi persoalan di sektor pendidikan Kabupaten Solok, terutama di kawasan terisolir. Kondisi ini terjadi seperti di Kecamatan Tigo Lurah. Bahkan, tenaga guru di beberapa sekolah didominasi oleh guru honorer.

Terkait kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Solok, Nosa Ekananda, mengatakan saat banyak sekolah yang diusulkan untuk diubah statusnya menjadi sekolah negeri. Pada dasarnya Fraksi PKS, khusus Komisi I menerima dan setuju penegerian sekolah. Tapi dengan catatan harus dilakukan penambahan guru PNS.

Dari sidang paripurna dewan terungkap, adapun SMP 5 Lubuktareh, Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah hanya ada 1 guru PNS dan selebihnya guru honorer. Hal yang sama juga terjadi di SD 14 Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, juga terkendala pada guru yang mana guru PNS hanya 1 yaitu kepala sekolah dan guru lainnya hanyalah tenaga honorer, dan PBM di sekolah yang kurang lancar.

”Ini belum lagi permasalahan sarana dan prasarana proses belajar mengajar, masih banyak catatan yang harus dibenahi, terutama jumlah guru PNS ini,” ujarnya.

Secara umum di Kabupaten Solok masih kekurangan guru. Kekurangan ini ditutupi oleh guru honor yang notabenenya memiliki tingkat kesejahteraan yang sangat rendah. Untuk menutup kekurangan guru tersebut, memberdayakan tenaga honorer ini, sebetulnya juga harus memperhatikan kesejahteraan para guru honorer.

Menurutnya, persoalan pendidikan di daerah tertinggal sudah sangat perlu mendapat perhatian. Guru yang berstatus PNS tidak betah mengajar di sana. Banyak di antaranya yang minta pindah dengan berbagai alasan. Kekosongan guru ini ditutupi oleh guru honor. “Banyak yang menjadi catatan kami, tapi yang paling krusial yakni pemerataan guru di sejumlah daerah,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Solok Zulkisar mengatakan secara umum, Kabupaten Solok masih kekurangan guru, di tingkat SMP hanya ada dua guru mata pelajaran yang terbilang cukup, yakni guru bahasa Inggris dan guru IPA. Selebihnya, jumlah guru masih kurang.

Dari data yang didapat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, jumlah guru PNS dan non-PNS di Kabupaten Solok mencapai 5.420 orang. Dengan rincian, 2.320 guru PNS di Sekolah Dasar (SD) dan 964 orang non-PNS. Dari jumlah itu, sebanyak 923 orang guru PNS dan 215 orang non PNS di SMP.

Untuk tingkat SMA 441 orang guru PNS dan 283 orang non-PNS. Serta, 168 orang guru PNS dan 181 orang non-PNS untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sementara jumlah sekolah di Kabupaten Solok, SD/MI mencapai 378 sekolah, SMP/MTs 128 sekolah, SMA/MA 43 sekolah, dan SMK 12 sekolah.

Tak hanya persoalan kekurangan guru, tidak meratanya sebaran guru PNS di Kabupaten Solok juga menjadi problem tersendiri, terutama di kawasan pelosok, bahkan di Tigolurah, Hiliran Gumanti, masih di dominasi guru non PNS. Hal inilah yang menjadi prioritasnya, bagaimana pemerataan guru bisa terealisasikan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional