Close

Kabid Hukum Polda Sumbar Temui Gubernur, Bahas Proyek Perubahan Nagari Tageh Bidang Hukum

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima kun­jungan Pejabat Utama Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Kabid Hukum, Kom­bes Pol Nina Febri Linda, di Istana Gubernur, Senin (26/7) malam.

Kehadiran Kombes Pol Nina Febri Linda tersebut menyampaikan usulan pro­­gram penguatan bidang hukum bagi nagari-nagari di Sumbar.

Menurut Nina, program yang dinamakan proyek perubahan Nagari Tageh Bidang Hukum, itu me­rupakan implementasi dari program Pemerintah Pro­vinsi (Pemprov) Sumbar yang menetapkan 11 ‘ke­tagehan’ (ketangguhan) nagari. Salah satunya ada­lah bidang hukum.

Oleh karena itu, maka bidang hukum Polda Sum­bar ingin turut serta berpe­ran dalam meningkatkan kesadaran hukum di na­gari.

Untuk itu ada lima na­gari yang akan ditetapkan menjadi pilot project. Yaitu Nagari Situjuah Batua, Na­gari Pasia Laweh, Nagari Kinari, Nagari Kinali dan salah satu nagari di Pesisir Selatan.

“Kita buatkan buku pe­do­mannya tentang bagai­mana mewujudkan nagari tageh bidang hukum. Tu­juan­nya agar masyarakat nagari lebih sadar hukum,’ ungkapnya.

Menurutnya, tidak se­mua persoalan harus be­rujung laporan ke polisi. Banyak perangkat di na­gari yang bisa menye­lesaikan persoalan di na­gari. “Niniak mamak, bun­do kandung, babinkam­tibmas, dan lain-lain. Bah­kan ada nagari di Solok yang sudah memiliki sema­cam peradilan adat, ini bagus sekali,” ujar Nina.

Ditambahkan juga, pe­ngua­tan kesadaran hukum nagari ini, penting me­ngingat Sumbar termasuk daerah yang masih ter­golong tinggi tingkat kri­minalitasnya. Seperti, pe­nyalah­gunaan narkoba, pelecehan seksual, dan sebagainya.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah men­du­kung sepenuhnya proyek perubahan yang dibuat oleh Kombes Pol. Nina Fe­bri Linda. Diketahui Kom­bes Pol Nina Febru Linda saat ini menjadi peserta PKN-1 angkatan 49 tahun 2021 tentang mewujudkan nagari tageh bidang hukum sebagai tindak lanjut dari program Presiden RI ten­tang kampung tangguh.

“Semoga dengan kon­sep nagari tageh bidang hukum ini dapat mewu­judkan masyarakat yang patuh hukum. Yakni, me­lalui optimalisasi peranan seluruh sumber daya yang ada dalam masyarakat melalui pendekatan keari­fan lokal,” ucap Mah­yeldi. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top