Close

Kaba Festival 2021 Resmi Dibuka, Indeks Pembangunan Kebudayaan di Sumbar hanya Peringkat 16 Nasional

PEMBUKAAN— Kaba Festival dibuka oleh Sekjend Ladang Nan Jombang Dance Company. Khairul Jasmi, Dirketur Kaba Festival Angga Mefri, Perwakilan Dirjend Kebudayaan Kemendikbud Neneng Tresnaningsih dan Ketua Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau, Sofwan Karim dan Wakil Ketua, Asril Chaniago, Pendiri Nan Jombang Dance Company, Ery Mefri, Senin malam (1/11) di Ladang Nan Jombang.

PADANG, METRO–Kaba Festival tahun 2021 resmi dibuka Senin malam (1/11) di Ladang Nan Jombang, Balai Baru Kota Padang. Perhelatan event yang menampilkan seni pertunjukan kontemporer berbasis tradisi ini, dilaksanakan mulai 1 hingga 3 November 2021. Direktur Kaba Festival, Angga Mefri mengatakan, Kaba Festival 2021 tetap dilaksanakan meski di masa pandemi Covid-19, karena sebuah kesempatan sangat sulit didapatkan.  “Kesempatan sulit didapatkan, karena itu mari kita membuka kesempatan itu sendiri. Inilah yang melatarbelakangi Kaba Festival hadir di masa pandemi ini. Gilai proses yang ada,” ujar Angga pada Kaba Festival yang mengusung tema “Salam Penggila Proses”.

Mewakili Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud), Neneng Tresnaningsih me­nga­presiasi terlaksananya Kaba Festival tahun ini. “Sesuatu memang perlu proses. Menggilai proses, karena tidak ada satu pun yang jadi semuanya melalui proses. Saya apresiasi kegiatan ini, sebagai bentuk inisiasi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dengan terlaksananya Kaba Festival di masa pandemi ini, ini sebagai upaya agar kebudayaan berkembang terus. “Supaya ekosistem kebudayaan terus ber­kembang,” kata Neneng. N­e­neng menambahkan, Direktorat Kebudayaan Kemendikbud mem­fasilitasi bidang kebuda­yaan.  “Setiap tahun mengadakan pekan kebudayaan nasio­nal. Tahun ini tahun ketiga.  Kami mengajak bersama menyaksikan pekan kebudayaan nasional di laman Kemendikbud. “ ajaka­nya.

Sementara, Sekjend Ladang Nan Jombang Dance Company Khairul Jasmi mengatakan, Kaba Festival rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Ladang Nan Jombang. Tahun lalu tidak dilaksanakan karena pandemi Co­vid-19. Belajar dari event pertunjukan budaya di Hawai. Di mana bagi yang ingin menyaksikannya event kebudayaannya tiap ta­hun, pengunjung dan wisatawan harus membayar mahal.

Khairul Jasmi berharap melalui Kaba Festival ini, diharapkan bisa berbuat seperti di Hawai. “Kita bisa berbuat seperti itu nantinya,” harapnya. Khairul Jasmi juga mengungkapkan, hanya 0,34 penduduk Sumbar yang dapat menghasilkan dari pertunjukan Seni. Dengan Indek pembangunan kebudayaan Sum­bar hanya peringkat nomor 16 secara nasional, maka Sumbar belum berbuat banyak untuk pembangunan kebudayaan.

Kaba Festival dibuka langsung oleh Kharuil Jasmi, Angga Mefri, Neneng Tresnaningsih dan Ketua Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau, Sofwan Karim dan Wakil Ketua, Asril Chaniago, Pendiri Nan Jombang Dance Company, Ery Mefri. Pada hari pertama pelaksanaan Kaba Festival menghadirkan pertunjukan seni musik tungga Iwan Altajaru dari Jakarta. Juga ada pertunjukan musik orkestra oleh D’Tradisi dari Medan dan pertunjukan seni tari kontemporer dari Ladang Nan Jombang Dance Company. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top