Close

Jutaan Rokok dan Alat Bantu Seks Ilegal Dimusnahkan, Kerugian Negara Mencapai Rp 7 Miliar

ROKOK ILEGAL— Bea Cukai Teluk Bayur memusnahkan 12,6 juta batang rokok ilegal hasil tangkapan selama tahun 2020 dan 2021 di halaman Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Rabu (3/11). Potensi kerugian negara yang ditimbulkan peredaran rokok ilegal mencapai Rp 7 Miliar.

PADANG, METRO–Total 12,6 Juta batang rokok ilegal serta berbagai benda yang terdiri dari Sex Toys, kondom, obat kuat dan Handphone bekas, dimusnahkan oleh Bea Cukai Teluk Bayur dengan cara dibakar pada Rabu (3/11), pemusnahan barang sitaan ilegal sepanjang tahun 2020 hingga 2021 tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Penga­wa­san dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur, Indra Sucahyo.

“Pemusnahan benda-benda ini merupakan bentuk transparansi pelaksanaan tugas dan sejalan dengan salah satu fungsi utama bea dan cukai sebagai community Protector untuk melindungi masyara­kat dari peredaran barang-barang berbahaya, “ ujar Kepala   Bea Cukai Teluk Bayur, Indra Sucahyo ditemui dilokasi penyelenggaraan kegiatan.

Adapun rokok ilegal yang dimusnahkan dalam kegiatan kali ini, menurut Indra merupakan rokok yang di­dapa­ti beredar di pasaran tanpa dilekati pita cukai polos dan juga rokok yang dipa­sangkan cukai rokok bekas.

“Rokok ilegal yang ka­mi musnahkan dalam kegiatan kali ini berasal dari berbagai merek, diantara­nya adalah rokok merek Luffman, H Mind, Cofee Stik, Smart, X Bold, H Mild, RNX dan naga 9 Bold, ro­kok-rokok ini merupakan hasil tangkapan dan sitaan yang didapatkan beredar secara gelap di berbagai wilayah di Sumatra Barat, “ kata Indra Nurcahyo.

Selain Rokok, Indra ju­ga menyebutkan sebanyak 318 benda-benda ilegal yang terdiri dari Sex Toy, Obat Kuat, dan Kondom juga turut dimusnahkan dalam operasi kali ini, benda-benda tersebut, menurut Indra berhasil dicegah untuk beredar di pasaran setelah bekerja sama dengan kantor Pos Indonesia.

“Melalui kerjasama de­ngan pihak Kantor Pos, benda-benda ilegal yang melanggar aturan bidang ke­pa­beanan atau mendapatkan pembatasan peredaran dari instansi teknis terkait, berhasil kami ga­gal­kan peredarannya di Sumatera Barat,” ujar Indra.

Mengenai banyaknya Sex Toy yang turut dimusnahkan dalam acara tersebut, Indra mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan barang sitaan berupa Sex Toy pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya, benda-benda selain rokok ilegal yang sering kami gagalkan pengirimanya, biasanya hanya berupa obat lo ilegal, namun kali ini nampaknya semenjak pan­­demi terjadi peningkatan jumlah Sex Toy yang berhasil digagalkan peredarannya di wilayah Su­matra Barat, “ ujarnya.

Adapun mengenai nilai total keseluruhan barang ilegal yang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut, Indra Nurcahyo mengatakan jumlahnya lebih dari Rp 12 milliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp7 miliar. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top