Menu

Jurus Polisi tak Mempan Tangkap Pembunuh Istri

  Dibaca : 1285 kali
Jurus Polisi tak Mempan Tangkap Pembunuh Istri
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.
????????????????????????????????????

Lokasi pembunuhan istri di bawah batang sawit.

PARIAMAN, METRO–Dua pekan sudah kasus pembunuhan istri, yang ditemukan terkubur di bawah batang sawit, kasawan Kukualang Paingan, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman berlalu. Selama itu pula, aktor utama pembunuhan berinisial Z (20), yang juga suami korban, jadi buronan. Segala jurus sudah dikeluarkan polisi untuk menangkap Z. Tapi, itu semua tak mempan. Sampai sekarang, tersangka tak kunjung diciduk.

Sejauh ini, sudah beberapa langkah dilakukan polisi. Mulai dari membentuk tim khusus, menyebarkan foto pelaku, hingga membujuk lewat keluarga tersangka. Tapi, batang hidung Z belum jua Nampak. Dia melawan. Tak mau menyerahkan diri seperti yang diharapkan polisi. “Belum juga tertangkap,” ucap Kasatreskrim Polres Pariaman AKP Hidup Mulia, Kamis (8/10).

Polisi memastikan, Z sudah jauh meninggalkan Kota Pariaman. Namun, kemana dia kabur itu tidak diketahui. Semula, ada kabar, Z bersembunyi di Pekanbaru. Tapi, setelah dicari, dia tak ada di sana. “Sekarang, kita menjalin koordinasi dengan beberapa Polres daerah lain, yang diduga menjadi tempat pelarian Z,” papar Hidup Mulia.

Kasus menggemparkan ini berawal saat Selasa (22/9) malam, Afrezi pamit kepada kakaknya untuk pergi menemui sang suami, warga Kantarok, Batang Gasan, yang memang sudah pisah ranjang dengannya. Namun, hari berganti, hingga Selasa malam. Afrezi tak kunjung pulang. Keluarganya pun ragu dan melaporkan hilangnya Afrezi ke Polsek Sungai Limau.

Tak menunggu lama, pencarian dilakukan oleh petugas. Lama mencari, pencarian tidak kunjung membuahkan hasil. Hingga Pukul 18.30 WIB, polisi menyusuri ladang sawit di Kuku Alang. Baru sebentar mencari, petugas dan warga melihat gundukan tanah yang masih merah. Didekati, rupanya ada kaki yang tersembul. Bergegas, kuburan digali. Rupanya, itu tubuh korban. Masyarakat pun gempar.

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke RS Bayangkara Polda untuk otopsi. Tidak butuh lama bagi petugas untuk menentukan penyebab kematian Afrezi, sebab secara kasat mata, di tubuhnya dipenuhi luka. Selain tiga tusukan, kepalanya juga memar.

Keluarnya hasil identifikasi, membuat pertanyaan berlanjut, siapa membunuh Afrezi sedemikian sadis? Tak jauh-jauh, polisi langsung mensinyalir kalau pelakunya adalah Z, suami korban yang sejak kejadian menghilang.

Wakapolres Pariaman Kompol Aksal Mahdi mengatakan, dengan ditemukan mayat Afrezi membuat jajaran Polres Pariaman harus kerja ekstra dalam melaksanakan tugas di lapangan. Apalagi Z hingga kini kabur entah kemana. “Petugas akhirnya mendatangi lagi lokasi pembunuhan, termasuk rumah kosong yang ada di dekat lokasi penemuan mayat. Di sana didapatkan bong sabu dan beberapa bukti lainnya,” kata Kompol Aksal Mahdi.

Dijelaskan Kasatreskrim Polres Pariaman AKP Hidup Mulia, lokasi penemuan mayat sangat jauh dari pemukiman warga. Meski demikian, dalam olah TKP, petugas berhasil menemukan pisau yang jadi senjata pembunuhan oleh pelaku. Kini, sedang pencarian cangkul yang digunakan untuk menggali korban. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional