Menu

Jumlah Penumpang Bus Naik, Keberadaan Terminal makin Mendesak

  Dibaca : 91 kali
Jumlah Penumpang Bus Naik, Keberadaan Terminal makin Mendesak
POOL BUS— Pascalebaran lalu, jumlah penumpang bus mengalami peningkatan. Namun hingga sekarang, Kota Padang belum miliki terminal bus. Bus-bus saat ini hanya ngetem di pool masing-masing.

LIMAUMANIH, METRO – Pembangunan terminal Tipe A Anakaia di Kecamatan Kototangah semakin mendesak. Alasannya, sejak mencekiknya harga tiket pesawat, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan darat pada mudik Lebaran 2019 naik sekitar 6,6 persen dari 574.437 orang pada 2018 menjadi 614.648 orang pada tahun ini.

Merespon hal itu, Pengamat Transportasi dari Universitas Andalas (Unand), Purnawan menilai, keberadaan terminal keberangkatan bagi bus atau terminal tipe A dibutuhkan di Kota Padang untuk menampung trayek bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang sudah ada.

“Jika lihat kondisi eksistingnya, Kota Padang memiliki trayek bus luar AKDP dan AKAP, sehingga keberadaan terminal tipe sangat mendesak,” kata Purnawan saat dihubungi, Jumat (14/6).

Menurut Purnawan, keberadaan terminal yang baik dan memadai tentunya sangat dibutuhkan asal tak terlalu jauh dari pusat keramaian atau perbatasan. Sebab jarak yang jauh dari pusat kota membuat sopir malas untuk masuk ke terminal. Ini menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan jajaran Pemko Padang, khususnya Dinas Perhubungan.

Purnawan yakin keberadaan terminal akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi warga. Serta semakin meningkatkan kecintaan warga terhadap Kota Padang.

“Jadi sudah semestinya pemerintah membangun terminal. Apalagi kota Padang semakin hari semakin padat penduduknya,” tandas Purnawan.

Namun pandangan berbeda diutarakan, Pengamat Transportasi, Yoga Adiwinarto. Dia menilai, Kota Padang khususnya Indonesia saat ini membutuhkan fasilitas angkutan umum berupa ‘transit up’ bukan terminal seperti dulunya. Mengingat kebutuhan masyarakat yang ingin semakin simple dan cepat.

“Terminal tidak bisa lagi difungsikan layaknya seperti terminal konvensional yang dulu, ke terminal naik angkutan umum ditawarin banyak calo kemudian naik bus tunggu hingga penuh, masyarakat tak mau lagi karena kita butuh cepat dan simple,” ungkap Yoga.

Yoga mengatakan, solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu adalah menyediakan transit up untuk angkutan umum, baik itu angkutan dalam kota (angkot) maupun bus antar kota antar provinsi. Maka terminal itu dibikin seperti transit up.

“Bus di sana berhenti bukan untuk ngetem tapi untuk menaikan penumpang sehingga tak ada lagi penumpukan bus. Jadi kita buat terminal itu bukan tempat pemberhentian terakhir bus namun sebagai tempat singgah menaikan penumpang,” ujar Yoga.

Solusi ini, menurut Yoga, sangat tepat untuk mengurangi kemacetan dan menghapuskan terminal-terminal bayangan. Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Sumbar mencatat kenaikan penumpang angkutan lebaran sekitar 40 ribu orang.

Namun, hingga hal itu tidak didukung dengan kehadiran terminal, akibatnya banyak terminal bayangan bermunculan di beberapa tempat. Munculnya terminal bayangan di Kota Padang mengakibatkan tata kota semrawut dan kemacetan. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional