Close

Jumlah KJA Melebihi Daya Tampung, Pemkab Agam Lakukan Program Budidaya Perikanan Darat

DANAU MANINJAU— Pemandangan Danau Maninjau yang saat ini sudah dipenuhi oleh KJA. Berdasarkan data, KJA yang ada saat ini sudah mencapai 23 ribu lebih, yang artinya sudah melebihi daya tampung dari Danau Maninjau itu sendiri.

AGAM, METRO–Dalam upaya penyelamatan Danau Maninjau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam telah mendata jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Danau Maninjau.

Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan yang didapat di lapangan, jumlah KJA hingga saat ini sudah mencapai angka 23.359, yang artinya sudah melebihi daya tampung dari Danau Maninjau itu sendiri.

Seperti diketahui, pada Peraturan Daerah Kabupaten Agam No. 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kelestarian Danau Maninjau, membatasi jumlah KJA hingga 6.000 unit. Dengan angka tersebut, KJA yang beroperasi saat ini di sudah melebihi 4 kali lipat dari daya tampung.

Aktivitas budidaya KJA menyumbang 91 persen beban pencemaran di Danau Maninjau. Limbah tersebut meningkatkan kandungan nitrat dan fosfor di dalam udara sehingga status trofik air Danau Maninjau pada 2019 adalah hipertrofik (tinggi akan unsur organik).

Berdasarkan hasil penelitian LIPI pada 2017, 95-97 persen dari total volume danau Maninjau  kandungan oksigen sangat rendah. Oleh karena itu, hanya 3-5 persen luasan volume Danau Maninjau yang bisa menjadi tempat kehidupan biota.

Dengan kondisi seperti itu, Danau Maninjau menjadi program prioritas nasional penye­lematan danau. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 60 tahun 2021 dan ditindaklanjut instruksi Menteri Marinves, Luhut Binsar Panjaitan.

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan saat ini sedang melakukan program percontohan peralihan sumber ekonomi dari perikanan danau ke perikanan darat yaitu pembuatan “kolam terpal” dengan dana lebih kurang sebesar Rp 89 Juta untuk tahun Anggaran 2021. Sementara pada tahun anggaran 2022 disediakan lebih kurang sebesar Rp 38 Juta untuk budidaya ikan lele dan gabus .

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Edi Netrial me­nyebutkan, program tersebut sebagai wujud memunculkan mata pencaharian alternatif untuk masyarakat secara bertahap sehingga bisa mengalihkan sumber ekonomi ke perikanan darat bagi masyarakat salingka danau, khususnya Nagari Koto Malintang.

“Sudah dilakukan percontohan pembuatan kolam terpal sebanyak 14 kolam dari 3 bulan terakhir hingga sekarang dengan memberikan bantuan bibit, pakan, dan penyuluhan 2 kali dalam sebulan”ujar Edi Netrial.

 Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Rosva Deswira,S.Pi, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya menambahkan, pembangunan pabrik pakan baru bisa dilakukan apabila jumlah KJA sesuai dengan batas maksimal yang direkomendasikan oleh pemerintah.

“Jumlah KJA harus sesuai batas maksimal yaitu 6000 petak, dan pelaku usaha harus 100% masyarakat asli Salingka Danau Maninjau berdasarkan peraturan yang telah disu­sun”ungkapnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top