Close

Juara Tanpa Kekalahan

Chelsea menjadi juara di Liga Europa musim 2018/19. Narasinya tidak cukup sampai di situ. Chelsea menjadi juara dengan perkasa. Sebab, The Blues tidak pernah tersentuh kekalahan sejak fase grup.

Chelsea menghajar Arsenal 4-1 di Olympic Stadium, Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5) dini hari WIB, pada final Liga Europa. Eden Hazard dkk pun mengangkat trofi juara di penghujung musimnya.

Sejak babak penyisihan grup, Chelsea telah memainkan 15 pertandingan di Liga Europa. Dari semua laga yang sudah dilewati, Eden Hazard dan kawan-kawan tidak pernah kalah, 12 kali menang dan tiga kali bermain imbang. Chelsea memulai kiprahnya dengan meraih kemenangan atas PAOK pada 20 September 2018 lalu. Saat itu, gol Willian pada menit ke-7 jadi penentu kemenangan The Blues.

Laju Chelsea di babak grup sangat mulus. Mereka menjadi menjadi juara Grup L dengan meraih 16 poin. Chelsea memenangkan lima dari enam laga di babak grup. Satu laga yang gagal dimenangkan adalah saat ditahan imbang Videoton pada laga terakhir Grup L.

Selanjutnya, Chelsea melaju mulus mulai babak 32 Besar hingga ke perempat final. Malmo FC, Dynano Kiev, dan Slavia Prague dikalahkan oleh The Blues dalam pertemuan dua leg pada babak gugur. Chelsea benar-benar perkasa di babak ini.

Lawan berat baru dihadapi Chelsea pada babak semifinal. The Blues berjumpa klub asal Jerman Eintracht Frankfurt. Leg pertama di kandang lawan, Chelsea bermain imbang 1-1. Saat itu, mereka diprediksi akan lolos ke final dengan mudah.

Namun, Frankfurt memberi perlawanan sengit. Luka Jovic dan kolega menahan imbang Chelsea 1-1 pada leg kedua di Stamford Bridge. Laga dilanjutkan lewat adu penalti dan Chelsea kemudian melaju ke babak final untuk bertemu dengan Arsenal.

Menjadi juara kompetisi Eropa dengan rekor tidak terkalahkan, Chelsea mampu menyamai catatan Barcelona. Dari catatan Squawka hanya ada tiga tim yang mampu menoreh rekor tersebut sejak dimulainya abad ke-21. Selain Chelsea dan Barcelona, ada juga Manchester United. Tapi, kisah mereka berbeda. Barcelona dan Manchester United meraihnya di ajang Liga Champions. Sementara, Chelsea menjadi juara di Liga Europa.

Usai laga, Manajer Maurizio Sarri mengungkapkan, pesan yang ia sampaikan kepada Eden Hazard dkk saat pergantian babak. Ia meminta timnya untuk lebih berani mengambil risiko dalam menyerang.

”Itu adalah pertandingan kami yang ke-64 di musim ini dan panas di lapangan, secara fisik sangat sulit untuk bermain. Perasaan saya dari bangku cadangan adalah kami mencoba mengelola hasilnya. Saat jeda, saya minta pemain-pemain saya untuk bermain lebih berani, meski itu berarti berisiko untuk kalah. Saya ingin tim saya mengalirkan bola lebih baik dan mereka melakukannya dengan sangat baik di babak kedua,” ungkap Sarri.

”Kami memainkan sepakbola yang sangat bagus melawan tim yang sangat sulit, yang berbahaya dalam menyerang dan serangan balik. Kami bermain sangat bagus dan saya pikir pertandingannya juga bagus untuk fans,” katanya menambahkan. (*/ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top