Close

Jualan Offline Sepi Pembeli sejak Pandemi, RD Ngaku Jual Miras Online Laris Manis di Kota Padang

PERLIHATKAN MIRAS— Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono memperlihatkan miras yang dijual pelaku RD.

PADANG, METRO–Penyidik Subdit I Indagsi Ditres­krimsus Polda Sumbar, masih terus melakukan pengembangan terkait kasus perdagangan minuman ke­ras (miras) tanpa izin usaha me­lalui aplikasi Gojek dan me­miliki nama toko yang ter­daftar pada menu GoFood (pesan antar makanan).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka RD (40) ternyata mengaku nekat menjual miras-miras tersebut se­cara online gara-gara men­jual secara offline sepi pem­beli sejak pandemi. Pasal­nya, sejak tahun 2018 si­lam, tersangka menjajah­kan miras ke tempat-tem­pat hiburan malam di Kota Padang.

Namun, karena kebi­jakan Pemberlakuan Pem­batasan Kegiatan Masya­rakat (PPKM) membuat tem­pat-tempat hiburan ma­lam di Kota Padang tutup dan sepi pengunjung, se­hing­ga tersangka tak lagi men­­dapatkan orderan pem­­­belian miras dari pe­lang­­gannya.

“Selama ini pelaku men­jual miras secara offli­ne ke tempat hiburan ma­lam. Namun, dalam sebu­lan terakhir, karena tempat hiburan malam banyak yang tutup dan sepi pe­ngun­jung, orderan juga menjadi sepi. Tersangka ini pun berinisiatif menja­lan­kan bisnisnya dengan cara jualan online di GoFood pada aplikasi Gojek,” kata Dirreskrimsus Polda Su­m­bar Kombespol Joko Sa­dono, Rabu, (22/9) siang.

Kombes Pol Joko me­nyam­paikan, tersangka men­daftar di aplikasi gojek pada 20 Agustus 2021 de­ngan naama toko Toko Soju & Wine. Namun, pen­dafta­ran itu dibantu oleh teman­nya lantaran tersangka ternyata termasuk orang yang gagap teknologi (gap­tek).

“Dari nama tokonya, itu menjual minuman biasa yang ada dipasaran. Tapi, faktanya, tersangka men­jual minuman keras yang hanya diperbolehkan dijual jika memiliki perizinan leng­kap. Jadi, tersangka men­jual secara online ini baru satu bulan belakangan,” ungkap Kombes Pol Joko.

Dijelaskan Kombes Pol Joko, perbuatan tersangka yang menjual miras secara online tanpa izin, dapat dapat dipesan oleh siapa­pun dan umur berapapun. Dengan begitu, pelaku menjualnya secara bebas, padahal dalam aturannya, perdagangan miras hanya untuk tempat-tempat ter­ten­tu seperti hotel dan res­tauran yang memiliki izin.

“Artinya, kalau untuk tempat-tempat tertentu, konsumennya juga harus sesuai dengan ketentuan juga. Misalnya, tidak boleh dijual kepada anak di ba­wah umur. Tapi, dengan per­buatan tersangka men­jual secara online, itu bisa dibeli oleh siapa saja, ter­ma­­suk anak di bawah umur,” ujar Kombes Pol Joko.

Dikatakan Kombes Pol Joko, untuk menjalankan aksinya, tersangka hanya bekerja dari rumah kontra­kanya dan menjadikan ru­mah itu sebagai tempat untuk stok barang. Setiap orderan masuk, tersangka bakal mengirimkan ke pe­langgan menggunakan ja­sa driver ojek online (ojol).

“Untuk miras-miras itu, tersangka mendapat­kan­nya dari Pekanbaru dan Me­dan. Pembeliannya ha­nya melakukan komunikasi saja melalui telepon de­ngan distributornya lalu di­kirim ke Padang,” ulas Kombes Pol Joko.

Kombes Pol Joko mene­gaskan, pada perkara ini pihaknya fokus terhadap perdagangan Miras ilegal atau tanpa izin yang me­lang­gar Undang-undang perda­gangan dan Cipta Kerja.

“Tersangka terjerat pa­sal 106 ayat 1 junto pasal 24 ayat 1 Undang-undang no­mor 7 tahun 2014 tentang Per­dagangan sebagai­ma­na telah diubah dalam para­graf 8 Undang-undang nomor 11 tahun 2020 ten­tang Cipta Kerja.  Ancaman hukuman pidana penjara  4 tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar,” tegas­nya.

Sebelumnya, Direk­to­rat Reserse Kriminal Khu­sus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap pen­jual minuman keras (miras) tanpa izin secara online dengan modus meng­guna­kan aplikasi online Gojek dan memiliki nama toko yang terdaftar pada menu GoFood (pesan antar ma­ka­nan).

Hebatnya, pelaku ber­inisial RD (40) ini, menja­lankan bisnis penjualan miras itu hanya dari ru­mah. Setelah menerima pe­sanan dari pelang­gan­nya, pelaku selanjutnya mengirimkan miras kepada pemesan menggunakan ja­sa driver ojek online (ojol).

Dari hasil penangkapan pelaku RD di rumah kon­trakan Aur Duri, No. 61, RT 001 RW 005, Kelurahan Parak Gadang Timur, Keca­matan Padang Timur, Tim Subdit I Indagsi Ditres­krimsus Polda Sumbar me­nyita ratusan botol miras berbagai merek dengan kadar alkohol beragam. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top