Close

Jualan di Badan Jalan Berbulan-bulan di Kota Padang, Moko Ditegur Aparat

PENERTIBAN MOKO— Petugas Satpol PP dan Dishub memberi teguran pemilik mobil toko (moko) yang berjualan di kawasan Jalan Tarandam, Senin (17/10). Moko ini sudah berbulan-bulan berjualan di lokasi terlarang tersebut.

TAN MALAKA, METRO–Para pedagang yang menggunakan mobil atau yang biasa disebut mobil toko tidak diperkenankan untuk berjualan di bahu jalan atau di badan jalan di Kota Padang. Berdasarkan UU No 38 tahun 2004 tentang Jalan, bahwa se­tiap orang yang meng­anggu fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan bisa dipidana dengan ancaman kurungan 3 bulan atau denda sebesar Rp300 juta.

Senin (17/10), petugas Satpol PP Kota Padang mem­beri teguran kepada pemilik mobil toko (moko) yang sudah lama mangkal berjualan di bahu jalan Ta­ran­dam. Kebe­radaan moko ini dinilai me­langgar aturan ka­rena ber­jualan di bahu ja­lan.

“Mobil yang dijadikan sebagai tempat usaha itu, berada di badan jalan se­hingga mengganggu arus lalu lintas dan merusak pemandangan. Mobil ter­sebut juga telah memakai badan jalan untuk Pprkir, tentu sudah jelas melang­gar aturan, apalagi Fasi­litas umum tersebut telah dipakai selama berbulan-bulan,” ungkap Kasat Pol PP Kota Padang Mursalim, Senin (17/10).

Oleh karena itu, tim gabungan Satpol PP Pa­dang bersama Dinas Per­hubungan melakukan pe­nga­wasan terkait mobil toko yang berjualan di ba­dan jalan. Pengawasan ini dilakukan dalam upaya menjadikan Kota Padang tertib dan mengembalikan fungsi fasilitas umum ke fungsi seharusnya.

“Untuk kali ini petugas memberikan surat tegu­ran, meminta pemilik mobil memindahkan mobilnya ke tempat yang tidak melang­gar. Jika dalam penga­wa­san nantinya masih kita da­pati pemilik Moko ter­sebut melanggar aturan, maka akan kita berikan tindakan tegas, bisa saja ditipiringkan,” tegas Mur­salim. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top