Menu

Jual Sabu, Murid Kelas 3 SMA jadi Pesakitan

  Dibaca : 344 kali
Jual Sabu, Murid Kelas 3 SMA jadi Pesakitan
Ilustrasi

PADANG, METRO – Bukannya belajar dan menuntut ilmu dengan baik, pelajar berinisial APM (18) yang tercatat sebagai siswa di sekolah swasta di Kota Padang, harus merasakan kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Padang, akibat perbuatannya menyalahgunakan narkotika dengan barang bukti 0,06 gram sabu.

Meski kecil-kecil sudah berani bermain-main dengan narkoba, namun ketika menjalani sidang perdananya, Rabu (13/11), ia pun hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan Majelis Hakim. Dalam sidang tersebut, terdakwa didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) memiliki, menguasi, menyediakan narkotika jenis sabu-sabu.

“Terdakwa tidak ada izin dari pihak yang berwenang memiliki, menguasi, menyediakan narkotika jenis sabu-sabu. terdakwa melanggar pasal narkotika.

“ 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika atau pasal 127 ayat (1) hurf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun narkotika,” kata JPU Darmawati saat membacakan dakwaannya.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Adek Putra, mengaku tidak mengajukan nota keberatan atas dakwaan JPU (eksepsi). Terhadap hal tersebut, sidang yang diketuai Yose Rizal beranggotakan Suratni dan Ade Zulfiana Sari, memerintahkan JPU menghadirkan saksi. Namun demikian JPU belum dapat menghadirkan saksi, karena belum dipanggil.

Dalam dakwaan disebutkan sebelumnya, tanggal 28 Agustus 2019 sekitar pukul 20.30 WIB, di kawasan Simpang Azizi, Kecamatan Padang Timur, terdakwa APM menghubungi rekannya bernama Atip, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dengan tujuan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu seharga Rp 1,5 juta sebanyak tiga paket kecil.

Kemudian Atip menyuruh erdakwa agar pergi ke Jalan Andalas dan usai melakukan transaksi, terdakwa pun kembali pulang ke rumahnya yang berada di Kuranji. Setiba di rumah terdakwa langsung mengambail satu paket sabu dan memakai barang haram itu.

Tak beberapa lama kemudian, terdakwa ditelpon oleh rekannya yang bernama Rudi. Dimana terdakwa diminta untuk mengantar sabu-sabu tersebut ke rumah Rudi. Tetapi, ketika terdakwa dalam perjalanan menuju rumah Rudi di kawasan Ampang, dua orang Polisi berpakaian preman langsung memegang tangan terdakwa.

Saat ditangkap, dari tangan terdakwa ditemukan sabu-sabu berbungkus plastik putih. Terdakwa yang masih berstatus sebagai pelajar pada kelas XII, di salah satu sekolah swasta di Kota Padang, kini harus mendekam di jeruji besi tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional