Close

Jual Miras Online, RD Ditangkap Polda Sumbar, Modus Menggunakan Aplikasi Gojek, Ratusan Botol Berbagai Merek Disita di Kota Padang

PERLIHATKAN MIRAS— Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono memperlihatkan miras yang dijual pelaku RD.

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar me­nangkap penjual minuman keras (mi­ras) tanpa izin secara online dengan modus menggunakan aplikasi online Gojek dan memiliki nama toko yang terdaftar pada menu GoFood (pesan antar makanan).

Hebatnya, pelaku berinisial RD (40) ini, menjalankan bisnis penjualan miras itu hanya dari rumah. Setelah mene­rima pesanan dari pelanggannya, pelaku selanjutnya mengi­rimkan miras kepada pe­me­san menggunakan jasa driver ojek online (ojol).

Dari hasil penangkapan pelaku RD di rumah kon­trakan Aur Duri, No. 61, RT 001 RW 005, Kelurahan Parak Gadang Timur, Keca­matan Padang Timur, Tim Subdit I Indagsi Ditres­krimsus Polda Sumbar me­nyita ratusan botol miras berbagai merek dengan kadar alkohol beragam.

Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombespol Joko Sadono mengatakan, ter­ung­kapnya kasus perda­ga­ngan miras ilegal alias tak berizin ini berdasarkan penyelidikan yang dila­kukan Tim Subdit I Indagsi setelah menerima infor­masi dari msyarakat.

“Anggota mendalami informasi tersebut, ke­mu­dian melakukan pembelian secara terselubung (undercover buy) dengan meme­san melalui fitur GoFood dengan nama Toko Soju & Wine yang ada di dalam aplikasi Gojek. Setelah itu tersangka miras mengu­nakan ojol,” kata Kombes Pol Joko, Selasa (21/9).

Dijelaskan Kombes Pol Joko, setelah menerima miras itu, pihkanya mela­cak keberadaan pelaku yang ternyata berada di salah satu rumah kontra­kan Aur Duri, Kelurahan Pa­rak Gadang Timur, Keca­matan Padang Timur. Saat itu juga dilakukan pe­nang­kapan terhadap pelaku RD.

“Pelaku kita tangkap di rumah kontrakannya. Sete­lah itu, dilakukan peng­geledahan hingga ditemu­kanlah ratusan botol miras berbagai merek sebagai barang bukti serta barang bukti pendukung lainnya seperti satu kotak kosong merek Royal Brewhouse, daftar harga Miras, dan faktur pembelian.

“Miras yang kita sita ada merek Wine, Royal Brew­house, Soju. Masing-ma­sing miras yang disita ber­bagai ukuran, yakni ada isi 750 mililiter, 350 mililiter, dengan kadar alkohol yang berbeda-beda seperti 13.5 persen kadar alkohol, 20 persen, 45 persen dan seba­gainya,” ungkap Kombes Pol Joko.

Dikatakan Kombes Pol Joko, miras tersebut dijual dengan harga bervariasi, misalbya Soju dijual de­ngan harga Rp150 ribu perbotol, sedangkan Wine dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp600 ribu.

“Apakah Miras tersebut asli atau bukan masih be­lum diketahui, karena kami se­dang memeriksa ter­sang­­ka, termasuk untuk mengung­kap para pelang­gannya. Mudah-mudahan ada infor­masi dari tersangka,” sebut Kombes Pol Joko.

Kombes Pol Joko Sado­no menjelaskan, tersangka mulai memperdagangkan miras secara ilegal sejak tahun 2018. Miras-miras tersebut dipesan oleh pe­laku RD dari Pekanbaru, Riau, dan Medan. Keun­tungan menjual melalui Gofood sekitar Rp4 juta.

“Kalau menjual secara offline itu sejak 2018 dijual kepada tempat-tempat hi­buran malam di Kota Pa­dang. Sedangkan secara online itu terdeteksi dari aktivasi akun GoFood milik pelaku di Gojek pada 20 Agustus 2021,” beber Joko.

Terkait perbuatan pela­ku, ditegaskan Kombes Pol Joko, tersangka dijerat  pa­sal 106 ayat 1 junto pasal 24 ayat 1 Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan sebagai­ma­na telah diubah dalam pa­ragraf 8 Undang-undang nomor 11 tahun 2020 ten­tang Cipta Kerja.

“Ancaman hukuman pi­dana penjara  4 tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar. Sementara itu, pela­ku RD ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan intensif ter­hadap tersangka,” pung­kas­nya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top