Menu

Jual Mio Curian, Sopir Angkot Dicokok

  Dibaca : 1205 kali
Jual Mio Curian, Sopir Angkot Dicokok
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
pencuri motor - posmetroweb

ilustrasi

PADANG, METRO–Jembatan Kampung Kalawi, Kelurahan Lubuklintah, Kecamatan Kuranji, dipilih sebagai lokasi transaksi sepeda motor curian oleh Febriando (32). Pemuda ini sudah membayangkan uang hasil penjualan motor segera digenggamannya, karena calon pembeli telah menyetujui untuk bertransaksi, Kamis (7/1) sekitar pukul 01.00 dinihari WIB.

Motor Yamaha Mio berwarna hitam tanpa nomor polisi itu sudah bersiap diserahkan Febriando kepada calon pembeli. Namun, belum sempat memegang uang hasil penjualan, pemuda yang mengaku tinggal di Simpang Gia, Kecamatan Kototangah ini, dibuat gelagapan dengan kemunculan sejumlah petugas.

Mengetahui “tamu tak diundang” itu adalah polisi, Febriando dibuat kalimpasiangan. Apalagi ketika polisi mendesak dan meminta menunjukkan surat-surat kepemilikan motor. Terus didesak, pemuda ini akhirnya mengaku, jika Yamaha Mio itu adalah motor curian.

”Ya pak itu motor curian. Saya mau menjualnya,” ungkap Febriando, kepada aparat Satreskrim Polsek Kuranji, saat penangkapan.

Febriando mengaku jika sepeda motor itu adalah hasil curian. Motor tersebut merupakan  milik Salma (57), warga Baringin RT 01 RW 01, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah. Motor itu dicuri saat pemilik memarkirnya di kawasan Bungopasang, Kecamatan Kototangah, Selasa (5/1) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Kuranji Kompol Asril Prasetya, Jumat (8/1) mengakui, jika pelaku terlibat pencurian sepeda motor di wilayah hukum Kototangah. Penangkapan berhasil dilakukan setelah petugas Satreskrim Polsek Kuranji mendapat informasi adanya transaksi ilegal di Jembatan Kampung Kalawi.

”Kita langsung melakukan pengecekan malam itu. Ketika petugas sampai di lokasi, pelaku memang ditemukan tengah bertransaksi untuk menjual motor curian. Pelaku sukses dibekuk dan digiring ke Mapolsek Kuranji dan diserahkan ke Polsek Kototangah,” jelas Kompol Asril.

Asril mengatakan, saat petugas menginterogasi, selain terlibat pencurian motor, Febriando juga ikut serta membantu kejahatan dan sebagai penadah. Pelaku bisa dijerat dengan tiga pasal, 363, 55 dan 56 serta 480 KUHP.

”Kita meminta warga apabila menemukan atau melihat gerak-gerik yang mencurigakan atau transaksi yang ilegal segera laporkan ke kantor polisi terdekat. Polisi sangat terbantu adanya laporan dari masyarakat. Tanpa ada bantuan masyarakat polisi tidak bisa bekerja sempurna,” pungkas Asril. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional