Menu

Jual Diri dengan Jeratan Hutang Rp70 Juta

  Dibaca : 1098 kali
Jual Diri dengan  Jeratan  Hutang  Rp70 Juta
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
image22

Ilustrasi

JAKARTA, METRO–Bareskrim mengungkap terjadinya perdagangan anak di bawah umur di Jakarta Pusat. Seorang anak perempuan berumur 14 tahun berinisial A dan 12 perempuan dijadikan terapis sebuah spa di Hotel Akoya, di jalan Taman Sari yang lokasinya berdekatan dengan Istana Presiden.

Ngerinya, para remaja tanggung ini dipaksa menjual dirinya dengan jeratan hutang Rp70 juta. Setelah tidak mampu membayar mereka dijadikan pekerja seks komersial berkedok spa. Para korban berasal dari Gorontalo, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Kombespol Umar Fana menjelaskan, awalnya terdapat Polres Gorontalo memberikan informasi adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dari Gorontalo yang dikirim ke Jakarta. Korban berinisial A dibawa tersangka J ke ibu kota. ”Setelah mendapatkan alamatnya, kami telusuri ke hotel tersebut,” paparnya.

Ternyata, begitu digerebek korban A ditemukan bersama 12 perempuan lain yang juga dijadikan terapis. Dalam penggerebekan itu juga ditemukan dua KTP anak berusia 17 tahun. Dalam undang-undang tindak pidana perdagangan orang, seseorang yang masih berusia 17 tahun masih masuk kategori anak.

”Artinya, kemungkinan besar memang banyak anak-anak yang dijadikan terapis. Sayangnya, dua pemilik KTP itu tidak ditemui dalam penggerebekan,” jelasnya ditemui di Bareskrim, Rabu (17/2).

Dia menduga bahwa kedua anak itu disembunyikan oleh pemilik tempat spa tersebut. Karena itu, saat ini pemilik spa berinisial AJ dan manajernya yang berinisial UJ juga telah ditangkap. “Ada juga seorang tersangka berinisial J yang diamankan di Polres Gorontalo,” terangnya.

Modus dari jaringan tersebut, UJ dan J mencari perempuan-perempuan muda yang membutuhkan uang. Mereka lalu menawarkan hutang senilai Rp50 juta hingga Rp70 juta. Begitu mereka terjerat hutang, maka mereka diminta membayarnya dengan bekerja di Jakarta. “Pelaku menyebut pekerjaannya di restoran, ternyata begitu sampai di hotel dijadikan terapis yang melayani lelaki hidung belang,” paparnya.

Hutangnya tersebut dibayar secara mencicil dari melayani lelaki hidung belang. Untuk setiap kali pelayanan biayanya Rp500 ribu. Pembagiannya Rp200 ribu untuk korban dan Rp300 ribu untuk pemilik spa tersebut. ”Kami akan tindak tegas para tersangka,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Bareskrim sedang mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, AJ diketahui bukan hanya pemilik spa, namun juga pemilik Hotel Akoya tersebut. Nah, hotel yang dimiliki AJ ini tidak hanya Akoya. “Karena itu, kami sedang dalami apakah ada pidana lain di hotel yang dimiliki AJ,” tegasnya.

Selain itu, dengan peristiwa tersebut, maka Bareskrim akan lebih menyoroti berbagai hotel yang memiliki fasilitas spa. Ada kemungkinan tindak pidana terjadi karena bisa saja menjadi modus dalam melakukan prostitusi. “Bisa jadi, banyak hotel yang juga melakukan hal yang sama. Pasti akan kami ungkap semua,” paparnya. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional