Menu

Jual Beo dan Nuri Online, Guru Honorer Ditangkap

  Dibaca : 609 kali
Jual Beo dan Nuri Online, Guru Honorer Ditangkap
JUAL SATWA DILINDUNGI—Seorang guru honorer di Padangpariaman diamankan karena menjual satwa langka di Pasar Matur, Agam, kemarin.

AGAM, METRO
Unit Sat Reskrim Polres Agam menangkap seorang guru honorer yang menjual satwa dilindungi. Polisi yang menyamar sebagai pembeli menciduknya di Pasar Matur, Jumat (17/7).

Informasi yang dihimpun, identitas pelaku diketahui berinisial MP (31), warga Tandikat, Padangpariaman. Dirinya dibekuk karena nekat menjual satwa dilindungi jenis burung Nuri dan Beo secara online melalui media sosial facebook.

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan menyebutkan, kasus tindak pidana menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup itu diungkap pihak kepolisian yang bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam.

“Kami mengelabui pelaku dengan berpura-pura sebagai pembeli. Modus pelaku memperjualbelikan satwa dilindungi melalui Facebook dengan cara menampilkan foto burung nuri dan burung beo lalu mempromosikannya dan di caption untuk dijual lalu menampilkan nomor handphone miliknya yang dapat dihubungi,” kata Kapolres saat merilis kasus, kemarin.

Penangkapan pelaku, lanjut Dwi Nur S berlangsung di Pasar Matur, sekira pukul 10. 00 WIB. Dalam penangkapan itu, katanya, pihaknya menemukan barang bukti berupa satu ekor Nuri Kalung Ungu atau Nuri Merah (Eos Histrio) asal Sulawesi umur 1 tahun dan satu ekor Beo Mentawai atau Tiong Emas (Gracula religiosa) usia 6 bulan.

Kronologinya bermula sejak dua hari yang lalu, saat akun facebook MP termonitor menjual satwa dilindungi dengan memajang nomor kontaknya. Polisi bersama petugas BKSDA Resor Agam pun mencoba menjalin komunikasi dengan pelaku lewat telepon selular dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Dua hari tak merespon, pelaku akhirnya masuk perangkap samaran petugas. Sehingga terjadilah komunikasi jual beli dengan kesepakatan yang telah diatur untuk menjebak pelaku.

Petugas meminta traksaksi jual beli dilakukan di Pasar Matur. Pelaku pun menyanggupi dengan mengantar satwa ke lokasi tersebut. “Kemudian dilakukan penangkapan dan penuntutan terhadap barang bukti,” papar Kapolres.

Dari keterangan sementara, pelaku yang merupakan guru honorer salah satu sekolah dasar di Padangpariaman itu menjual beragam jenis satwa dengan harga yang bervariasi. Untuk setiap ekor satwa pelaku sedikitnya meraup untung Rp300 ribu.

Kepada penyidik, MP mengakui telah menjalankan bisnis jual beli satwa itu sejak tahun 2019 lalu. Atas perbuatannya, dia disangkakan melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional