Close

Jual Beli Hewan Kurban secara Online Dibolehkan

Mulyadi Muslim, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang

AIAPACAH, METRO
Penjualan hewan kurban semakin meningkat jelang Hari Raya Idul Adha. Tidak saja dijual secara langsung di tempat penampungan, akan tetapi juga secara online.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Mulyadi Muslim menyebut, selama ini cukup banyak yang mempertanyakan keabsahan jual beli hewan kurban secara online.
Sebab pembeli tidak melihat langsung kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan tersebut.

“Ada yang mempertanyakan keabsahannya sesuai syariat agama,” ujarnya, Kamis (16/7).

Mulyadi menjelaskan, seiring dengan kemajuan zaman, pembelian hewan kurban secara online sudah jamak dilakukan. Pembelian hewan kurban secara online termasuk ke dalam baius salam (jual beli dengan cara inden atau pesan). “Secara fikih itu dibolehkan,” tukasnya.

Mulyadi mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan siapa saja untuk menjaga jarak. Pembelian hewan kurban secara online ini otomatis dapat menjaga jarak antar manusia, sehingga tidak terjadi penyebaran virus corona.

“Terutama di masa pandemi ini, kita diharuskan menjaga jarak. Terpenting hewan kurban yang dijual secara online memenuhi syariat maka sistem penjualan secara daring itu dibolehkan,” tandasnya putra asli Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Sehat dan Sesuai Syariat Islam
Sementara itu, Dinas Pertanian Kota Padang terus gencar menyosialisasikan kepada masyarakat, terutama panitia kurban, bagaimana membeli sapi yang sehat dan sesuai dengan syariat Islam.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan dalam sosialisasi tersebut, pihaknya bekerja sama dengan MUI Kota Padang. “Saat ini baru tiga kecamatan yang siap. Kemudian berlanjut Rabu (15/7) di Kecamatan Padang Barat, Kamis (16/7) di Bungus Teluk Kabung dan Jumat (17/7) di Kecamatan Padang Timur,” tukas Syahrial.

Ia menambahkan, sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi sekaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan ibadah kurban. Mulai dari salat Idul Adha hingga proses pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam.

Misal dalam pemilihan hewan kurban ungkapnya, dimana tidak dibolehkan memotong sapi betina produktif sebab ada sanksi pidananya. Yakni UU Nomor 14 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Dendanya berkisar dari Rp1 juta- Rp100 juta atau kurungan 6 bulan sampai 3 tahun. Jadi kita tidak main. Karena ini menyangkut populasi ternak nantinya. Hal-hal seperti ini perlu diketahui oleh masyarakat, di samping informasi-informasi lainnya,” ucap Syahrial.

Ia berharap mudahan-mudahan dalam dua minggu ke depan sosialisasi ini dapat tuntas ke seluruh kecamatan yang ada di Kota Padang. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top