Close

Jorong Lundar Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah Rusak, Akses Jalan Terputus, Warga Berlarian Selamatkan Diri

BANJIR BANDANG— Tangkapan layar video yang memperlihatkan ganasnya banjir bandang yang menerjang Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kabupaten Pasaman.

PASAMAN, METRO–Bencana banjir bandang menerjang per­mu­kiman warga di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Ke­camatan Panti, Kabupaten Pasaman, Minggu sore (13/2). Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan dan tertimbun lumpur setinggi 1 meter hingga 1,5 meter.

Ganasnya banjir bandang itu juga terlihat dari video amatir yang diterima koran ini, air sungai meluap sehingga menerjang rumah warga. Pagar jembatan juga tampak rusak. Ada beberapa warga yang berlarian. Sementara pengambil gambar tak berhenti menyuarakan takbir.

Tidak hanya berdampak kerusakan rumah, banjir bandang juga merusak dua jembatan, sehingga sulit untuk menjangkau kampung tersebut menggunakan kendaraan. Bahkan, akses untuk menuju ke kampung tersebut putus total akibat longsor.

Selain itu, banjir bandang juga menghantam sejumlah fasilitas umum lainnya, seperti sekolah, masjid dan musala, pasar. Beruntung tidak ada korban luka dan korban jiwa pada peristiwa ini. Pasalnya, saat banjir bandang menerjang, warga berlarian menyelamatkan diri.

Hingga Senin (14/2), warga bergotong royong membersihkan material sisa-sisa banjir bandang menumpuk di mana-mana. Bukan hanya lumpur dan pasir, sampah daun, ranting dan bahkan kayu ber­ukuran besar juga berserakan. Material itu tidak hanya berserakan di jalanan, lapangan dan perkebunan warga, namun juga masuk ke dalam rumah warga.

Lumpur dan pasir dengan beragam ketinggian sudah menimbun rumah-rumah penduduk. Proses pembersihan pascabanjir bandang pun, dibantu oleh sejumlah instansi seperti BPBD, Damkar, TNI dan Polri serta sejumlah relawan.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman Alim Bazar menyebutkan musibah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu (13/2) petang. Selanjutnya, mendapat informasi adanya bencana banjir bandang, pihaknya kemudian menurunkan tim untuk membantu warga.

“Saat ini tim kita masih di lapangan, membantu warga membersihkan material banjir bandang. Petugas terus mendata dampak akibat banjir bandang ini. Untuk mengikis lumpur dan pasir, kita dibantu Dam­kar,” kata Alim kepada wartawan, Senin (14/2).

Berdasarkan data sementara, Alim menyebut ada 50 rumah yang rusak akibat banjir bandang ini. Sebanyak 15 di antaranya rusak parah. Rumah-rumah itu terendam lumpur dan pasit dengan ketinggian hingga 1,5 meter.

“Dari 50 unit rumah yang terdampak dan terendam lumpur, 15 di antaranya dengan kondisi paling parah. Untuk rinciannya masih kita lakukan pendataan. Selain itu, laporan yang diterima, ada dua jembatan yang rusak dan memutus akses transportasi antarwilayah. Tapi jumlah pastinya masih kita data,” ungkap Alim.

Menurut Alim, banjir yang datang membawa material batu dan kayu. Dia juga meminta warga mewaspadai potensi banjir susulan. Sedangkan untuk kerugian belum bisa di pastikan untuk saat ini. Namun, diperkirakan mencapai Rp500 juta sampai Rp1 miliar.

“Air sudah berangsur surut, tapi warga tetap harus waspada. Tentu saja ada kemungkinan banjir bandang susulan, mes­kipun sama-sama tidak kita harapkan. Yang penting tetap waspada. Kami su­dah mendirikan posko da­ru­rat untuk menampung para korban,” pungkasnya. (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top