Menu

Jokowi Sebut Ancaman Covid-19 Belum Usai sampai Rakyat Divaksin

  Dibaca : 272 kali
Jokowi Sebut Ancaman Covid-19 Belum Usai sampai Rakyat Divaksin
ARAHAN—Presiden Joko Widodo memberikan arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat di markas Kodam III/Siliwangi, Selasa (11/8).

BANDUNG, METRO
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi Covid-19 dan efeknya masih belum selesai. Menurutnya, ancaman Covid-19 berakhir jika seluruh rakyat Indonesia sudah divaksin.

“Sekali lagi, ancaman Covid-19 ini belum selesai sampai nanti yang namanya vaksin itu bisa divaksinasikan kepada seluruh rakyat di Tanah Air ini,” ujar Jokowi saat menyampaikan arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (11/8).

Hingga saat ini Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia. Penyakit akibat virus corona jenis baru itu juga menyebabkan hampir 750 ribu jiwa melayang.

Dari jumlah itu sudah 5.824 orang meninggal dunia, sedangkan 83.710 lainnya dinyatakan sembuh. Oleh karena itu Jokowi kembali menegaskan beberapa upaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satunya strateginya adalah intervensi berbasis lokal.

Menurutnya, penanganan dalam cakupan wilayah yang kecil memegang peranan yang paling penting. Langkah itu bisa melalui penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tingkat desa. “PSBB tingkat desa, tingkat kampung, saya kira melokalisasi Covid-19 di dalam scope kecil ini akan lebih memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan. Sehingga satu sisi tidak akan mengganggu wilayah yang besar, di sisi yang lainnya juga dari sisi ekonomi kita tidak terganggu banyak,” jelasnya.

Di samping itu, Jokowi juga berharap kepada TNI dan Polri di daerah turut membantu upaya menegakkan disiplin menerapkan protokol kesehatan di masyarakat. Secara khusus, Presiden Ketujuh RI itu menekankan pentingnya penggunaan masker.

“Utama urusan masker ini, di samping tentu saja yang berkaitan dengan jaga jarak, cuci tangan, tidak berada dalam kerumunan jumlah banyak, tetapi masker menjadi kunci. Seperti tadi disampaikan oleh Pak Gubernur (Ridwan Kamil, red), pilih lockdown atau pilih masker, pilih PSBB atau pilih masker. Kita pilih pakai masker,” imbuhnya.

Untuk itu, mantan gubernur DKI itu mengatakan bahwa permintaan akan masker bisa disampaikan secara langsung kepada komite dan satgas penanganan Covid-19. “Jadi tolong permintaan untuk masker disampaikan kepada Ketua Komite, Ketua Satgas, sehingga benar-benar urusan yang berkaitan dengan masker ini bisa kita selesaikan. Karena ini akan menyelesaikan banyak hal yang berkaitan dengan Covid-19,” tegasnya.

Jokowi pada kesempatan tersebut juga kembali mengingatkan pentingnya daerah melakukan sejumlah tahapan sebelum membuka sebuah wilayah. Ketiga tahapan tersebut adalah prakondisi, penentuan waktu, serta prioritas sektor yang harus dilewati.

“Tidak semuanya langsung dibuka, tahapan-tahapan mesti dilakukan. Sektor yang risikonya rendah itu didahulukan, sektor yang risikonya tinggi tolong direm, untuk diberikan di bagian belakang saja,” tandasnya. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (tan/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional