Close

Jokowi Optimis Indonesia Mampu Capai Target Pengurangan Emisi Karbon

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

WAHIDIN, METRO–Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo memastikan Indonesia dapat memenuhi komitmen pada tahun 2030 di dalam Paris Agreement, yaitu pengurangan emisi sebesar 29 persen secara unconditional.

“Indonesia telah me­ngadopsi Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, serta road map yang detail untuk mencapai target net zero emissionpada 2060 atau lebih awal,” ujar Pre­siden.

Untuk bisa mempercepat target tersebut, Pre­siden mengharapkan pendanaan adaptasi dari negara maju segera dipenuhi guna mempercepat upaya penanganan perubahan iklim.

“Dalam beberapa ta­hun terakhir, Indonesia telah menunjukkan langkah konkret dalam hal pengendalian iklim. Laju defo­restasi kita saat ini yang paling rendah selama 20 tahun, tingkat kebakaran hutan berkurang 82 persen. Indonesia juga akan me­lakukan restorasi sebesar 64 ribu hektare lahan mang­­rove. Ini sangat pen­ting karena mangrove menyimpan karbon 3-4 kali lebih besar dibandingkan lahan gambut,” tutur Pre­siden.

PLN mendukung penuh program dekarbonisasi yang diusung pemerintah guna menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. M­engingat saat ini, dengan menggunakan skenario business as usual_ (BAU), Indonesia diperkirakan memberikan kontribusi 4 miliar ton CO2 per tahun pada 2060 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

“PLN memiliki peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan energi hijau di Indonesia. Kami berkomitmen untuk me­lakukan dekarbonisasi,” ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam seri diskusi bertemakan Becoming the World’s Leader in Gre­en Economy dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada Senin (1/11) waktu setempat.

Zulkifli menjelaskan, dalam skenario BAU, emisi sektor listrik mencapai 0,92 miliar ton CO2 pada 2060. Untuk itu, PLN meluncurkan strategi demi menjadi perusahaan listrik yang bersih dan hijau.  Salah satunya dengan meng­hentikan pemba­ngu­nan serta mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) eksisting secara bertahap.

Berdasarkan peta ja­lan, PLN akan mempensiunkan PLTU sub-critical sebesar 10 gigawatt (GW) pada tahun 2035. Kemudian PL­TU super critical sebesar 10 GW juga akan dipensiunkan pada tahun 2045. Tahap terakhir pada tahun 2055, PLTU ultra super critical 55 GW dipensiunkan.

Pada saat bersamaan, PLN akan berinvestasi besar-besaran untuk mempercepat peningkatan ka­pasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 20,9 GW, serta pengembangan teknologi penyimpanan listrik dalam bentuk baterai berukuran besar hingga teknologi penang­kapan karbon dan hidrogen.

Program lain yang disiapkan PLN untuk mendukung transisi energi yai­tu ekspansi gas, program co-firing, Konversi PLTD ke EBT, hingga peningkatan efisiensi energi dan pe­ngurangan susut jaringan.

“Pada 2060, lebih dari setengah pembangkit kami akan berasal dari energi baru terbarukan dan seluruh PLTU telah digantikan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, se­tidak­nya PLN membutuhkan investasi lebih dari USD 500 miliar untuk mendukung pencapaian Carbon Neutral pada 2060.

Sementara untuk mengakselerasi Carbon Neutral 2060, ada empat hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan. Kedua, investasi skala besar.

Ketiga, penerapan tek­nologi dalam skala besar. Keempat, investasi pelanggan untuk beralih menggunakan peralatan rendah karbon.

Dengan begitu, Zulkifli menambahkan, pengembangan bisnis dan kampanye electrifying lifestyle perlu lebih digaungkan. Sebut saja, seperti penggunaan kompor listrik, kendaraan listrik, PLTS atap, dan perdagangan emisi.

“Kita tidak bisa melakukan ini sendirian. Kami membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan,” tegasnya.

Di tengah upaya menekan emisi karbon, PLN memiliki beberapa pendekatan untuk memastikan bisnis ketenagalistrikan yang berkelanjutan, di antaranya memastikan operasio­nal perusahaan ramping dan efisien, memberikan energi hijau untuk masa mendatang, dan menjadi perusahaan yang berfokus pada pelanggan dengan memberikan layanan yang andal serta terjangkau. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top