Menu

JK Kunjungi Proyek Indarung VI PT Semen Padang

  Dibaca : 2080 kali
JK Kunjungi Proyek Indarung VI PT Semen Padang
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry memaparkan tentang Indarung VI

Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry memaparkan tentang pabrik Indarung VI kepada Wapres Jusuf Kalla, Minggu (23/08/2015).

PADANG, METRO–Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengunjungi proyek Indarung VI PT Semen Padang dalam rangkaian kunjungannya ke Sumbar, Minggu (23/8). Sebelum ke PT Semen Padang, Wapres berkesempatan bersilaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Sumbar di Masjid Raya Sumbar.

Wapres mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada PT Semen Padang yang merupakan pelopor perusahaan semen di Indonesia. Diharapkan PT Semen Padang terus berkembang.

Terkait pemasaran produk Semen, Wapres menyatakan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena sesuai dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat.

”Orang bikin rumah butuh semen dan baja, jadi tidak perlu khawatir dengan pemasaran. Namun yang ada adalah persaingan, dan yang menang persaingan adalah yang paling efisien,” kata Wapres yang dalam kunjungannya ke Semen Padang didampingi Ketua DPD RI Irman Gusman,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago.

Dari PT Semen Indonesia (Persero), Tbk hadir Dirut Suparni, dari PT Semen Padang hadir, Benny Wendry (Dirut), Agus B Nurbiantoro (direktur produksi), Tri Hartono Rianto (Direktur Keuangan), Pudjo Suseno (Direktur Komersil), Letjen TNI Purn Djamari Chaniago (Komisaris Utama Semen Padang), Suharto (Komisaris), Basril Basyar (Komisaris), dan Edi Rasyid (Komisaris). Juga tampak Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, Wali Kota Padang Mahyeldi, dan jajaran pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Di proyek Indarung VI,  Dirut Benny Wendry dan Dirut PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, Suparni memaparkan tentang perkembangan pembangunan proyek senilai Rp3,8 triliun itu.

Setelah pemaparan, Wapres dan Direksi, serta Komisaris Semen Padang berkesempatan melakukan penanaman pohon jenis biola cantik dan pohon indarung di  area pabrik.
Proyek Indarung VI yang dikunjungi Wapres itu dimulai pengerjaannya ditandai pelaksanaan Ground Breaking pada, 26 Mei 2014 yang dihadiri Menteri BUMN periode 2011-2014, Dahlan Iskan.

Saat ini progress proyek senilai Rp3,8 triliun itu masih sesuai dengan yang direncanakan, realisasi fisik 58,40 % dan direncakan selesai pada kuartal IV 2016. ”Saat ini pengerjaan proyek 77,17 % telah terkontrak dan 33,8 % telah dibayarkan,” tambah Benny.

Pengerjaan proyek ini melibatkan kontraktor BUMN, dan lokal. Kontraktor BUMN  yang terlibat antara lain, PT. Waskita Karya (sipil), PT. Adhi Karya (sipil), PT. Nindya Karya (sipil), PT. Pembangunan Perumahan (sipil), PT. Wijaya Karya Konstruksi (mekanikal), PT.  Barata Indonesia (mekanikal). Kontraktor swasta, di antaranya, PT. Bukaka Teknik Utama (mekanikal).

Porsi pekerjaan lokal  untuk proyek Indarung VI,  adalah 70% (terdiri dari 40% dikerjakan workshop PT Semen Padang dan 30% oleh vendor lokal lainnya) dan impor 30% dari total berat equipment.

Aktivitas saat ini dalam proses fabrikasi lokal mekanikal equipment, Shipment foreign equipment, pekerjaan konstruksi sipil, dan persiapan konstruksi mekanikal.

Sebagai perusahaan yang taat lingkungan, PT Semen Padang membangun proyek Indarung VI dengan konsep green industry. Hal itu ditunjukkan dengan menerapkan management air dimana pemanfaatan air proses dengan me-recycle air buangan pabrik Indarung II, III, IV dan V untuk digunakan kembali sebagai air proses pada pabrik Indarung VI.

Kemudian pengendalian emisi, melalui penggunaan Bag House Filter (BHF) dan Electrostatic Precipitator (ESP)sebagai alat untuk pengendalian  emisi debu  pada proses produksi, dengan target emisi debu maksimal 30 mg/Nm3. Sementara standar emisi debu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 tahun 1995 tentang Baku  Mutu Emisi Sumber tidak Bergerak adalah 80 mg/Nm3. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional