Menu

Jika Terpilih Dua Priode, Sutan Riska Targetkan Pembangunan Bandara

  Dibaca : 115 kali
Jika Terpilih Dua Priode, Sutan Riska Targetkan Pembangunan Bandara
TEMU RAMAH--Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Dasril Panin Dt Labuan dalam kegiatan temu ramah bersama masyarakat Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru. 

DHARMASRAYA, METRO
Sutan Riska Tuanku Kerajaan menargetkan pembangunan Bandar Udara (Bandar Udara) di Dharmasraya jika ia kembali terpilih untuk priode kedua. Target tersebut tentunya untuk menopang kebutuhan transportasi udara masyarakat Dharmasraya dan Provinsi Sumbar secata umum.

Target Sutan Riska Tuanku Kerajaan tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya pengusaha muda Koto Baru, Slamet Wahyudi alias Lamat Baron. “Kita meyakini target Sutan Riska membangun bandara akan terwujud, hal ini di buktikan dari capaian kinerjanya sealam ini. Lima tahun terakhir Dharmasraya semakin maju dan terlihat perubahannya,” Ungkap Slamet Wahyudi yang juga Ketua Porbi Dharmasraya, Selasa (3/11) di Pulau Punjung.

Dengan jaringan yang mumpuni di pusat, Slamet Wahyudi semakin yakin target tersebut akan tercapai. Hal ini juga terbukti pada saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Dharmasraya, permintaan Sutan Riska untuk dibuatkan Jembatan Pulai dan Embung dan sejumlah infrastruktur lainnya langsung dikabulkan.

“Alhamdulillah jembatan Pulai dan Masjid Agung, Rusunawa, Embung serta 10 infrastruktur lainnya telah dibangun dan bisa kita nikmati saat ini, begitu juga dengan pembangunan Bandara nantinya, Insya Allah akan terwujud di periode keduanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada temu ramah bersama masyarakat Jorong Lubuk Lesung, Kecamatan Koto Salak, Senin (2/11) malam, Sutan Riska mengatakan, secara umum Sumatra Barat banyak tertinggal dari provinsi tetangga, seperti Riau dan Jambi. Dengan keberadaan Kabupaten Dharmasraya yang dekat dengan dua wilayah itu, menjadikan Dharmasraya memiliki peran strategis sebagai ruang layanan publik bagi segenap lapisan masyarakat untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Menurutnya, mengembangkan fasilitas bandara adalah salah satu upaya untuk itu, karena dengan keberadaan pusat transportasi udara tersebut di Dharmasraya akan memberikan manfaat multiplier efek yang luar biasa bagi upaya peningkatan ekonomi masyarakat serta membuka ruang pengembangan bagi industri berskala nasional.

Karena, lanjutnya , dengan adanya potensi perpindahan orang atau barang dari dan menuju Dharmasraya, akan semakin memicu efek perputaran uang secara lokal dan itu artinya akan menimbulkan gerak ekonomi yang lebih terbuka bagi masyarakat.

“Saya secara pribadi sudah membicarakan rencana ini bersama pihak Kementerian terkait, dan bahkan secara prinsip sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, “ Ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, ditandai dengan telah disetujuinya rencana penyambungan ruas jalan dari Kabupaten Dharmasraya menuju ruas tol Trans Sumatera guna menjamin ketersediaan sarana konektivitas wilayah yang memadai.

Salah satu ruang yang juga akan dimanfaatkan sebagai jalan penghubung ruas jalan di Kecamatan Koto Salak yang merupakan pintu gerbang dari Kabupaten Muaro Tebo, Provinsi Jambi.

“Selain untuk kepentingan penyediaan moda transportasi udara bagi masyarakat dan membuka kelancaran terhubungnya akses lalulintas, arti penting lainnya adalah bagaimana peranan fasilitas tersebut mampu menunjang tugas-tugas kemanusiaan dalam menyuplai bantuan jika Provinsi Sumatera Barat tertimpa bencana gempa dengan segala efek ikutannya,”  Ulasnya.

Dengan keberadaan dua Bandara utama di Sumatera Barat, di kawasan pesisir barat Sumatera yang dikenal memiliki potensi gempa berkekuatan besar, dapat memicu terputusnya akses suplai bantuan cepat dari luar akibat rusaknya landasan pacu Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman dan Bandara Tabing di Kota Padang.

“Meskipun Dharmasraya adalah salah satu kabupaten baru, namun pemikiran kita semua harus jauh melompat ke depan karena hanya dengan bekerja keras dan saling bahu membahu dalam memajukan daerah kita, maka peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasiskan kearifan lokal yang menjadi cita-cita pemekaran dapat diwujudkan secara bertahap, “ Ungkapnya (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional