Menu

Jika Masyarakat Peduli, Penyebaran Covid-19 Bisa Ditekan

  Dibaca : 316 kali
Jika Masyarakat Peduli, Penyebaran Covid-19 Bisa Ditekan
Arry Yuswandi

PADANG, METRO
Untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) Provinsi Sumbar, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, Rabu (2/9).

Arry menambahkan, di sektor kesehatan, upaya meminimalisir korban Covid-19 sudah dilaksanakan semaksimal mungkin selama ini.

“Di sektor kesehatan kita sudah berupaya keras. Kita sudah siapkan semua teknis terkait dengan penanganan pandemi ini. Kini marilah kita bersama-sama, menerapkan disiplin,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan pandemi covid-19 itu jangan hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan. Jika semua sudah bekerja, kemudian masyarakat tidak disiplin, maka usaha tersebut akan menjadi tidak maksimal.

“Sekarang kita lihat, pemerintah dari sejumlah sektor sudah berupaya. Dari testing, kita baik. Malah terbaik nomor dua se Indonesia,” katanya.

Dengan tindakan-tindakan yang sudah lebih baik dari pemerintah, hendaknya masyarakat juga dapat mendukung. Paling tidak dengan disiplin pada protokol kesehatan.

Disebutkannya, tugas pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi covid-19 diantaranya, melakukan tenting yang masif, Pemprov Sumbar mengalokasikan anggaran untuk dapat melakukan tes usap (swab) gratis.Tujuannya agar dapat memutus rantai penularan.

Kemudian bagi yang sudah terinfeksi, maka diberikan tempat karantina/isolasi. Langkah ini agar yang sudah terpapar, dapat dirawat hingga sembuh. Mendapatkan perawatan dan perhatian dari tenaga medis. Sudah pulih, baru kemudian dapat beraktivitas kembali. Semua itu biayanya ditanggung pemerintah.

Bahkan, khusus untuk penanganan yang terinfeksi, Pemprov Sumbar juga sudah menunjuk sejumlah rumah sakit khusus menangani Covid-19. Menyiapkan tenaga medis yang akan menanganai pasien covid. Dengan merekrut sebanyak 200 orang lebih. Mereka siap ditempatkan pada sejumlah lokasi karantina yang sudah disiapkan.

“Sekarang yang aktif karantina kita ada dua, di Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Padang Besi Padang dan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri di Baso, Kabupaten Agam,” katanya.

Saat ini, untuk melayani pasien Covid-19 pada dua lokasi tersebut masih aktif sebanyak 45 petugas. Sementara sisanya, jika nanti dibutuhkan mereka dapat dipanggil kembali.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, hingga kemarin, spesimen yang sudah diperiksa sebanyak, 119.311 jumlah itu akan terus bertambah. Sementara jumlah orang diperiksa mencapai 101.981 orang. Terjadi selisih karena, pemeriksaan sampel lebih bisa dua kali atau lebih untuk satu orang.

Sementara untuk Positivity Rate (PR) Sumbar masih diangka 2,2%. Angka itu cukup jauh di bawah angka toleransi yang ditetapkan WHO, mencapai 5 persen. Artinya angka positif yang terdeteksi masih kecil dari jumlah sampel yang diperiksa.

Sedangkan bagi yang sudah positif, memang tidak semuanya yang berada di karantina. Data Pemprov Sumbar, hingga kemarin, dirawat di berbagai rumah sakit 204 orang (9,11%), Isolasi mandiri 550 orang (24,56%), Isolasi daerah 31 orang (1,38%), Isolasi BPSDM 61 orang (2,72%), Isolasi PPSDM 95 orang (4,24%). Meninggal dunia 56 orang (2,50%) dan sembuh 1.242 orang (55,47%). (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional