Close

Jerman vs Jepang, Jalan Terjal Der Panzer di Grup Neraka

TIMNAS Jerman akan menghadapi Jepang di Khalifa International Stadium pada matchday 1 Grup E Piala Dunia 2022, Rabu (23/11) jam 20.00 WIB (live SCTV). Timnas Jerman asuhan Hansi Flick memang dalam posisi unggulan dalam laga ini. Status mereka sebagai juara Piala Dunia 2014 serta keunggulan kom­posisi pemain yang menjadi penyebabnya.

Sedangkan Timnas Je­pang merupakan salah satu kuda hitam yang patut diwaspadai. Skuad Samurai Biru punya banyak pemain muda bertalenta yang bisa diandalkan pelatih Hajime Moriyasu untuk menciptakan kejutan.

Setelah gagal total di Piala Dunia 2018, Jerman tentu tak ingin hal yang sama terulang di Qatar. Bersama pelatih baru Hansi Flick, Jerman telah me­nunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Dalam 16 pertandingan bersama Flick sejauh ini, Jerman baru kalah sekali. Meski belakangan ini me­nunjukkan performa yang kurang meyakinkan, Jerman dengan ‘mode turnamennya’ pantas menatap laga pertama nanti dengan percaya diri.

Pelatih Hansi Flick sadar betul lawan timnya tidak akan mudah. Tim berjuluk Der Panzer itu tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun saat melawan Jepang. Jika tergelincir, lagi-lagi, Jerman bisa tersingkir lebih cepat.

Juara empat kali Piala Dunia telah tiba di Qatar dengan membawa catatan buruk pada edisi 2018. Berstatus sebagai juara bertahan, Thomas Muller dan kawan-kawan harus tereliminasi di putaran pertama Piala Dunia 2018. Mereka telah mengganti pelatih, sejumlah pemain dan bahkan mencoret julukan res­mi mereka sebagai Die Mannschaft.

Catatan di Piala Dunia 2018 menjadi catatan buruk. Flick berhadapan de­ngan tantangan berat untuk mengembalikan kekuatan Jerman. Setelah terdegradasi dari Nations League pada 2018, Der Panzer ju­ga tersing­kir da­ri Euro di babak 16 besar tahun lalu.

Flick tentu punya cukup modal untuk meraih sukses. Ia menjadi pelatih Jerman setelah memenangkan enam gelar Bundesliga bersama Bayern Mun­chen hingga 2021. Mengambil alih kursi kepelatihan yang sebelumnya dipegang Joachim Loew, publik Jerman berharap memiliki apa yang diperlukan untuk mengembalikan kejayaan Jerman di Piala Dunia.

“Kami harus bersiap untuk pertarungan yang sulit melawan Jepang. Ka­mi harus fokus sejak menit pertama. Kemudian, bersama tim, semuanya akan menjadi mungkin,” kata Direktur Tim Oliver Bierhoff.

Apa yang belum diputuskan Flick adalah apakah dia akan menempatkan salah satu penyerang tengahnya, Niclas Fuellkrug yang berpostur tinggi, untuk melawan Jepang. Ia juga punya alternatif lain dengan menempatkan pemain sayap Kai Havertz ke posisi penyerang nomor sembilan.

Meskipun memenangkan sembilan dari 10 per­tandingan babak kualifikasi, Jerman tampil tidak meyakinkan dalam beberapa bulan terakhir. Seruan untuk menggunakan penyerang murni telah ber­kembang.

Ya, Jerman sejatinya memiliki masalah klasik yang harus mereka selesaikan agar bisa memperbesar peluang mereka me­nang. Jerman memiliki ma­salah untuk menemukan penyerang haus gol jelang pertandingan Piala Dunia 2022 perdana mereka melawan Jepang.

 Der Panzer sedikit kesulitan menyelesaikan peluang yang didapat di de­pan gawang. Hal itu membuat langkah Jerman di tahun 2022 ini sedikit ter­sendat. Mereka hanya bisa me­raih dua ke­me­na­ngan da­lam delapan laga yang dilakoni.

Sedangkan lima pertandingan berakhir sa­ma kuat. Dengan satu laga lainnya berkesudahan dengan kekalahan bagi tim arahan Hansi Flick.

Sementara itu, Jepang mungkin tahu lebih banyak tentang permainan Jerman daripada kebanyakan tim lain di Piala Dunia. Pemain veteran Jepang, Yuto Nagatomo, yang menjadi salah satu delapan pemain telah lama merumput di Liga Jerman, mengatakan telah memberi kisi-kisi kekuatan dan kelemahan timnas Jerman kepada rekan-rekannya.

Yuto dan Daichi Kamada, pemain Eintracht Frankfurt Daichi Kamada, terus-menerus memberi informasi kepada rekan setimnya tentang lawan mereka.

Jepang pasti juga akan melihat kelemahan timnas Jerman dalam pertahanan dan kerentanan mereka terhadap mengantisipasi serangan balik cepat. Mengalahkan Jerman bisa sangat membantu mereka me­lewati babak penyisihan grup Piala Dunia 2022 untuk menjaga peluang menyamai capaian pada 2018.

Striker tim Samurai Biru Takuma Asano mengatakan, Jepang tidak akan gentar kepada Jerman dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2022. Asano yang dikenal dengan kecepatannya yakin Jepang tidak akan mengalami nasib yang sama dengan dua wakil Asia lainnya ketika mereka menghadapi Jerman.

“Yang pasti ada perbedaan level tim Asia dibandingkan Eropa dan Amerika Selatan, dan kami masih belum sampai ke sana,” kata pemain depan klub Jerman Bochum itu.

Sebelumnya dua tim Asia harus terpuruk di awal pentas. Tuan rumah Qatar takluk 0-2 dari Ekuador dalam pertandingan pembuka, Minggu (20/11). Kemudian wakil Asia lainnya, Iran juga harus menelan pil pahit setelah dibantai oleh skuad The Three Lions 6-2 di laga pembuka Grup B hari berikutnya.

“Tapi Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di turnamen seperti ini. Kita membutuhkan ba­nyak kualitas seperti teknik dan taktik, tetapi para pemain senior terus mengatakan kepada saya bahwa hal yang Anda butuhkan saat diperhitungkan adalah menjadi tim yang benar-benar menginginkannya,” katanya.

Menurut dia, Jepang juga akan melihat kelemahan timnas Jerman dalam pertahanan dan kerentanan mereka mengantisipasi serangan balik cepat. Mengalahkan Jerman bisa sangat membantu mereka me­lewati babak penyisihan grup Piala Dunia 2022 untuk menjaga peluang menyamai capaian pada 2018.

Jepang memiliki delapan pemain di klub Bundesliga dalam skuad mereka dan bersikeras bahwa me­reka tidak akan memiliki rasa rendah diri ketika turun ke lapangan di Doha.

Bek Takehiro Tomiyasu, yang bermain di klub Liga Inggris Arsenal, mengatakan Jepang harus pragmatis tetapi mengakui prioritas mereka adalah tidak kebobolan gol. “Menurut saya kita tidak perlu terlalu berlebihan menghormati mereka,” kata Tomiyasu.

“Tentu saja kami harus realistis. Saya pikir kami perlu menyesuaikan keseimbangan tergantung pada apa yang terjadi dalam pertandingan.”

Juara Asia empat kali itu tidak pernah melangkah lebih jauh dari putaran kedua Piala Dunia, tetapi pemain depan Takumi Minamino tidak gentar dengan kualitas lawan di Qatar. “Sebagian besar pemain Jepang bermain di luar negeri dan kami bersaing dengan pemain dari seluruh dunia,” kata mantan pemain Liverpool yang kini berkiprah di Monaco itu.

Di sisi lain, menghadapi Jepan, Jerman mengusung skuad yang kuat. Ada pemain-pemain senior semacam Manuel Neuer, Thomas Muller, dan Mario Gotze yang dipadukan dengan sederet pemain muda bertalenta seperti Kai Havertz, Karim Adeyemi, serta Jamal Musiala.

Jepang sendiri sebenarnya tak bisa diremehkan. Ditopang pemain-pemain seperti Yuto Nagatomo, Takehiro Tomiyasu, Maya Yoshida, Takumi Minamino, Takefusa Kubo, hingga Daichi Kamada, wakil Asia ini berpotensi mengejutkan.

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, hanya membawa tiga striker ke Qatar, dengan salah satunya adalah Takuma Asano, yang telah mencetak 7 gol dari 36 penampilannya untuk Samurai Biru. Kemudian, Ayase Ueda dan Daizen Maeda, juga masuk dalam skuad untuk turnamen tersebut.

Grup E ini tergolong sangat berat dan bisa disebut sebagai grup neraka. Selain Jerman dan Jepang, grup ini juga dihuni Spanyol dan Kosta Rika. Start terbaik dibutuhkan jika ingin menjaga peluang untuk lolos ke babak berikutnya. (*/ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top