Menu

Jenis Masker Yang Disarankan Untuk Mencegah Virus Corona

  Dibaca : 148 kali
Jenis Masker Yang Disarankan Untuk Mencegah Virus Corona
M. Fikri Haikal (Fakultas kedokteran,Universitas Malikussaleh)

Pemerintah Indonesia secara resmi mewajibkan penggunaan masker saat akan keluar rumah. Selama wabah Covid-19, masker tetap menjadi alat pelindung diri atau APD yang paling penting dan termurah. Aturan tersebut diterapkan sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Saat ini, wisatawan disarankan memakai masker untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Saat pasien bersin, batuk, atau bahkan berbicara, virus dapat ditemukan di air liur. Penularan terjadi ketika orang lain di sekitar menghirup percikan air liur.

Menurut Center For Disease Control and Prevention pengunaan masker dapat memperlambat penyebaran virus dan membantu orang lain yang memiliki virus untuk tidak menularkannya kepada orang lain.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adanon Gibriasos mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengubah rekomendasinya untuk penggunaan masker selama pandemi corona.

Belakangan ini, masyarakat semakin sibuk mencari masker untuk melindungi diri dari virus corona. Namun, banyaknya pilihan masker yang ada di pasaran membuat orang bingung untuk memilih masker.

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini terdapat lima jenis masker yang mungkin bisa menjadi alat pelindung diri paling efektif untuk mengatasi wabah virus corona.

Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa ada berbagai jenis dan standar penggunaan masker bagi masyarakat umum dan tenaga medis.

Oleh karena itu, WHO menegaskan bahwa masker yang digunakan perlu menyesuaikan dengan tingkat intensitas aktivitas tertentu. Masker harus dipakai di tempat-tempat yang virusnya menyebar luas. Masyarakat sulit untuk memaksakan jarak secara fisik, termasuk saat ini wabah virus corona covid-19.

Berikut ini jenis dan klasifikasi topeng yang perlu diketahui masyarakat sesuai pedoman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
• Masker kain
Masker kain dapat digunakan untuk mencegah penularan dan dapat memprediksi kelangkaan masker di pasar seperti apotik dan toko kesehatan.
Masker kain yang diproduksi harus memiliki tiga (tiga) lapis, yaitu lapis kain bukan tenunan tahan air (depan), kain bukan tenunan lelehan mikrofiber coklat (tengah) dan kain biasa bukan tenunan (belakang).
Masker kain perlu dibersihkan dan dapat digunakan berkali-kali. Bahan yang digunakan untuk masker adalah kain katun, syal, dll.
Masker kain dapat digunakan untuk:

• Masyarakat umum yang sehat
Saat menggunakan masker jenis ini di tempat umum dan tempat lain, jaga jarak aman 1-2 meter.
Namun, jika masyarakat memiliki kegiatan yang tergolong berbahaya (misalnya, penanganan jenazah covid-19, dan sebagainya) maka tidak disarankan menggunakan masker kain tapi harus menggunakan masker jenis lain dan APD pendukung.
Namun, jika kegiatan masyarakat tergolong kegiatan berbahaya (misalnya penanganan jenazah Covid-19, dll.), Masker kain tidak dianjurkan, dan jenis masker serta alat pelindung diri pendukung harus digunakan.
• Untuk orang yang sakit
Tidak disarankan menggunakan masker kain sebagai APD (Personal Safety Equipment) karena tingkat keparahannya yang lebih tinggi, karena sekitar 40% -90% partikel dapat menembus masker kain bagi orang yang sakit.

• Masker Bedah 2 Ply
Masker bedah dua lapis ini hanya terdiri dari dua lapis yaitu lapisan luar dan lapisan dalam, dan tidak ada lapisan tengah yang digunakan sebagai filter.
Karena tidak memiliki lapisan filter di tengah antara lapisan luar kedap air dan bagian dalam yang langsung bersentuhan dengan kulit, masker jenis ini memiliki efek yang buruk dalam menyaring tetesan air atau percikan dari mulut atau hidung pengguna saat batuk atau bersin.
Oleh karena itu, masker kain ini hanya disarankan bagi yang tidak memiliki gejala flu atau flu dan disertai dengan batuk, bersin, pilek, demam, dan radang tenggorokan.
Karena mudah ditembus, maka tenaga medis tidak disarankan untuk menggunakan masker semacam itu di fasilitas pelayanan kesehatan, apalagi merawat pasien yang terpapar Covid-19.

• Masker bedah 3 lapis atau masker bedah 3 lapis
Masker bedah memiliki tiga lapisan, yaitu lapisan luar terpal non-anyaman, lapisan dalam dengan lapisan filter dengan kepadatan tinggi dan lapisan dalam yang langsung menempel pada kulit. Saat batuk atau bersin, lapisan dalam bisa Sebagai penyerap yang menyerap sejumlah besar cairan yang mengalir dari pemakainya.
Karena adanya lapisan filter, masker bedah dapat secara efektif menyaring tetesan air yang berserakan dari pemakainya saat batuk atau bersin. Namun, lapisan ini bukanlah pelindung pernapasan karena tidak dapat melindungi pemakainya dari menghirup partikel kecil di udara.

Maka dari itu, masker ini dianjurkan untuk orang yang menunjukkan gejala flu atau flu yaitu batuk, bersin, pilek, demam, radang tenggorokan. Masker juga bisa digunakan oleh tenaga medis di institusi pelayanan kesehatan.

Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia, masker semacam itu akan digunakan oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas atau orang dengan penyakit yang mendasari. Masker medis harus dipakai saat jarak fisik tidak tersedia.

Selain itu, masker kesehatan harus digunakan untuk merawat pasien yang terinfeksi corona di rumah atau di ruangan yang sama.

Saat menangani pasien Covid-19 atau orang yang dikonfirmasi atau dicurigai, petugas kesehatan harus memakai masker medis dan alat pelindung diri.

• Masker N95 (atau produk yang setara)
Masker N95 adalah masker yang sering dibahas, satu set masker filter sekali pakai respirator (FFR). Keunggulan dari kelompok jenis topeng ini adalah tidak hanya melindungi pemakainya dari paparan cairan dengan ukuran tetesan, tetapi juga melindungi cairan hingga ukuran aerosol.

Masker jenis ini memiliki face seal yang ketat, sehingga selama seal fit dipasang dengan benar dapat menopang pemakainya agar terhindar dari paparan aerosol.

Masker ini terutama disarankan bagi tenaga medis yang membutuhkan kontak langsung untuk menangani kasus dengan angka infeksi yang tinggi, seperti pasien positif terjangkit virus corona.

• Respirator masker wajah yang dapat digunakan kembali
Meskipun tergantung pada filter yang digunakan, efek filter dari topeng ini lebih tinggi dari pada N95. Karena memiliki kapasitas penyaringan yang lebih tinggi dari N95, masker ini juga dapat menyaring gas.

Dianjurkan untuk menggunakan masker ini, yang biasanya digunakan dalam operasi yang berisiko tinggi terpapar gas berbahaya. Jenis masker ini dapat digunakan berkali-kali selama tidak merusak penutup wajah dan harus dibersihkan dengan benar dengan disinfektan sebelum digunakan kembali. (Mahasiswa Universitas Malikussaleh yang sedang melaksanakan KKN angkatan 28, 2020/2021 dibawah bimbingan Cut Ita Erliana S.T,.M.T,IPM.)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional