Close

Jembatan Lubuak Napa Telah Dikerjakan, Pemkab Gelontorkan Dana Rp6,2 Miliar

PERBAIKAN JEBATAN—Bupati Padangapriaman Suhatri Bur saat meninjau tinjau pengerjaan jembatan Lubuak Napa.

Jembatan Lubuak Napa, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padangpariaman adalah akses penting untuk masyarakat sekitar, sekarang jembatan tersebut telah diperbaiki Pemkab Padangpa­riaman.

Jembatan tersebut me­rupakan akses penting masyarakat baik untuk ekonomi maupun pendi­dikan, karena itu untuk perbaikan jembatan ini sekarang Pemkab Pa­dang­pariaman gelontorkan dana Rp sekitar Rp 6,2 Milyar lebih.

“Kita sekarang alo­kasikan dana APBD Rp 6,2  Milyar lebih untuk pembangunan Jembatan Lu­buak Napa Padang Sago,  Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago  untuk tahun sekarang,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Dana tersebut jelas­nya, untuk memperbaiki jembatan Lubuak Napa yang mengalami kerusakan akibat dihantam aliran sungai tahun 2018. “Saat ini saya bersama Kadis DPMD Hendri Satria dan Sekretaris Dinas PUPR Padangpariaman Fauzil Irawadi meninjau pelaksanaan pembangunan jembatan Lubuk Napa­yang telah dimulai pengerjaan sejak seminggu lalu,” kata Suhatri Bur.

Katanya, sesuai dengan perjanjian kontrak, waktu pengerjaan jembatan 180 hari kalender atau 6 bulan. “Insyaallah jembatan yang rusak akibat bencana alam tahun 2018 lalu, akan bisa dimanfaatkan lagi oleh ma­sya­rakat pada bulan Desember 2022 mendatang,” ung­­kapnya.

Sebelumnya,  Pemkab Padangpariaman sudah memperjuangkan pembangunan kembali jembatan tersebut di tingkat pemerintah pusat dengan nilai anggaran sekitar Rp  35 miliar.

Namun katanya, perbaikan menggunakan da­na pemerintah pusat ter­sebut terkendala administrasi yaitu kerusakan jembatan akibat bencana ti­dak terdata di Pusat Pengendalian Operasi Bencana di provinsi dan Badan Nasional Penanggula­ng­an Bencana serta kejadiannya lebih dari 2,5 tahun sehingga tidak dapat direalisasikan. “Karena itulah kita berkoordinasi dengan DPRD Padangpariaman untuk memperbaiki jembatan tersebut,” katanya.

Ini dilakukan katanya,  karena Pemkab Padangpariaman tidak ingin lagi ada warga atau siswa yang jatuh saat melintasi jembatan darurat dengan lebar sekitar 80 sampai 100 centimeter hasil swadaya masyarakat untuk melintasi bagian jemba­tan yang rusak. “Karena itu kami diskusikan de­ngan DPRD dan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghitung perbaikannya, alhamdulillah 2022 jembatan itu kami selesaikan,” ujarnya.

Fauzil Irwan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Padangpariaman mengatakan pihaknya melakukan rehab atau rekonstruksi terhadap jembatan tersebut dengan nilai anggaran sekitar Rp 6,2 mi­liar. Sekarang telah dimulai dilaksanakan pengerjaannya.

Ia menyampaikan per­baikan yang dilakukan oleh Pemkab Padangpa­riaman yaitu dengan menggunakan bagian jembatan yang masih layak digu­nakan serta membangun bagian yang rusak. “Su­dah diperiksa oleh tim ahli dan konsultan, banyak bagian jembatan itu yang masih bisa digunakan, tapi bangunan bawah dan pondasi yang rusak harus diganti,” katanya. Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Padang Sago dengan Kecamatan VII Koto Patamuan sehingga merupakan akses penting warga baik untuk ekonomi, sosial dan agama maupun pendidikan. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top