Close

Jembatan Lapau Manggih Tak Kunjung Tuntas, Pedagang makin Merana, Harusnya Selesai November

PERBAIKAN LANTAI JEMBATAN— Pengerjaan perbaikan lantai jembatan Lapau Manggih, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji sudah melampaui tenggat waktunya pengerjaannya. Seharusnya pada November 2021 lalu, pengerjaan jembatan ini harus selesai.

LAPAUMANGGIH, METRO–Warga yang berjualan di sisi kiri dan kanan dari jalan pertigaan Lapau Ban­juang hingga jembatan Lapau Manggih, tapakiak. Pasalnya, mereka menge­luhkan omzet jual beli me­reka turun ke titik nadir.

Parahnya, dalam se­hari mereka tak ada jual beli. Hal ini dampak dari pekerjaan perbaikan lantai jembatan Lapau Manggih, tak kunjung tuntas, wa­laupun tenggat waktunya sudah habis.

Hal yang sama juga dialami warga yang berjua­lan dari Lapau Manggih – Pertigaan Balai Baru. Na­mun, yang terparah diala­mi pedagang yang ber­jualan di sisi kiri dan kanan La­pau Banjuang-Lapau Mang­gih, Kuranji.

Warga mengharapkan semacam tanggungjawab dari kontraktor membe­rikan kompensasi terha­dap warga, terutama dari Lapau Manggih – Lapau Banjuang.

“Sejak pengerjaan per­baikan lantai jembatan ini dagangan saya sepi pem­beli. Parahnya, dalam se­hari tidak ada jual beli seribu rupiah pun,” ujar Ibu Eti (58) salah seorang pemi­lik warung dekat jembatan tersebut, Minggu (5/12).

Dikatakan Eti, ia sangat mengeluhkan sekali keter­lambatan pengerjaan per­baikan jembatan Lapau Manggih, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji ini. Sejak pengerjaan jemba­tan ini dimulai pada medio Juni 2021 lalu, ia me­nge­luhkan dagangannya yang tediri menjual pulsa sepi pembeli.

Seharusnya, menurut Eti, pengerjaan jembatan ini tuntas awal November 2021 lalu. Tapi, ironisnya hingga sekarang belum juga rampung pengerjaan. Sehingga berdampak ter­hadap warga yang ber­jualan dari pangkal jem­batan ini hingga pertigaan Lapau Banjuang.

“Hendaknya, jeritan ka­mi dari orang kecil ini men­jadi atensi Pemerintah Kota Padang. Baa ka indak bajua Bali kami sengenek alah juo doh,” ujar Eti.

Ketua LPM Gunung Sa­rik Indra Mairizal Rj Bujang SE mengharapkan, Pemko Padang melalui SK­PD ter­kait segera mende­sak kon­traktor segera me­nuntas­kan pengerjaan per­­baikan jembatan ini cepat selesai. “Tentu hal ini berdampak terhadap pe­dagang yang berjualan dari jembatan hing­ga ke Lapau Banjuang. Mau­pun dari jembatan hing­ga ke Balai Baru,” kata Indra.

Diharapkan Indra, ka­rena warga tapakiak tak ber­jual beli selama pe­ngerjaan jembatan ini, ideal­nya kon­trak­tor memberikan kom­pensasi kepada pedagang, se­bagai paantok tangis war­ga. Karena, sumber penca­harian warga iru memang ber­jualan itu. Kini daga­ngan me­reka itu “bala­ngau” sejak perbaikan jem­batan ter­sebut.

Sementara itu, Kon­sultan Pelaksana Dinas PUPR Kota Padang Syaiful mengatakan, tenggat wak­tu pengerjaan perbaikan jembatan ini sudah habis waktunya. Sebab, proyek dimulai pengerjaannya sejak 14 Juni 2021 lalu.

“Sehingga sekarang pengerjaan jembatan ini masuk dalam pekerjaan masa denda 50 hari,” kata Syaiful beberapa hari lalu.

Dikatakan Syaiful, pe­ngerjaan jembatan ini sem­pat terkendala karena material besi plat jembatan tersebut tak ada yang men­jualnya di Sumbar. Se­hing­ga dipesan ke pabri­kannya di Cilegon Banten. Hal ini yang membuat pengerjaan jembatan ini terkendala finishingnya. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top