Close

Jembatan Kayu Tanam sudah Bisa Dilalui Pemudik, Tak ada Batasan Tonase Kendaraan

DIRESMIKAN— Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meresmikan berfungsinya kembali jembatan Batang Kalu Kayu Tanam di Padangpariaman, Kamis (30/5). Nasrul mengapresiasi Dinas Pekerjaan Umum dan BPJN yang telah bergerak cepat untuk menyelesaikan jembatan ini. (hendra/posmetro)

PADANGPARIAMAN, METRO – Jembatan Batang Kalu Kayu Tanam Padangpariaman telah difungsikan secara normal kembali. Hal ini ditandai dengan telah diresmikan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (30/5).

Nasrul Abit mengatakan, hal ini sangat mengkhkawatirkan sebelumnya dikarenakan jalur ini merupakan salah satu arus sentral di Sumbar yang akan dilewati para pemudik . “Kami atas nama pemprov dan kabupaten berterima kasih kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III (BPJN) telah bergerak cepat untuk menyelesaikan jembatan ini. Sehingga dapat dilewati oleh para pemudik datang dari perantauan,” ujar Nasrul.

Nasrul menambahkan, ini prestasi luar biasa dalam jangka singkat dan gerak cepat Kementerian PUPR (BPNJ III) dan dukungan semua pihak jembatan Batang Kalu dapat difungsikan kembali. “Alhamdulillah lebih kurang memakan waktu 2,5 bulan jembatan ini kembali berfungsi dan saya resmikan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Aidil Fiqri mengatakan jembatan Batang Kalu telah difungsikan seratus persen. Jembatan telah kembali normal seperti sediakala, tidak ada batasan tonase bagi kendaraan yang lewat.

“Mudah-mudahan dengan selesainya jembatan ini akan memperlancar para pemudik untuk menuju ke kampung halaman. Sehingga dititik ini tidak terjadi lagi kemacetan,” ujarnya.

Dari pantauan POSMETRO, jembatan yang merupakan jalur sentral menghubungkan Padang-Bukittingi-Riau kembali lancer. Terlihat lalu lalang kendaraan Padang-Bukitinggi rame lancar akibat telah difungsikan kembali jembatan Batang Kalu dilewati oleh para pemudik dan tidak terlihat kemacetan.

Selain itu, lanjut Aidil, pihaknya tetap membiarkan jembatan darurat untuk membantu kelancaran saat arus mudik.

“Jembatan darurat di kiri dan kanannya tidak langsung dibongkar sehingga masih bisa digunakan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Turut hadir juga Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Kapolres Padangpariaman, Rizki Nugroho, Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fathol Bari. Jembatan Kalu di KM 54, Kayu Tanam roboh 10 Desember 2018 karena luapan air sungai. Jembatan itu merupakan penghubung jalur Padang-Padangpanjang-Bukittinggi dan Pekanbaru. (cr1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top