Menu

Jembatan Kayu Ambruk Diterjang Air Bah, Akses Warga Membawa Hasil Pertanian Terputus

  Dibaca : 94 kali
Jembatan Kayu Ambruk Diterjang Air Bah, Akses Warga Membawa Hasil Pertanian Terputus
JEMBATAN AMBRUK— Kondisi jembatan ambruk diterjang air bah sungai Batang Tapan di Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

PESSEL, METRO
Jembatan kayu sepanjang 10 meter yang menjadi akses warga mengangkut hasil pertanian ambruk dan kemudian hanyut diterjang air bah sungai Batang Tapan di Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (5/10).

Sebelum hanyut terbawa derasnya air sungai, jembatan kayu yang berumur puluhan tahun kondisinya memang sudah miring. Sehingga tidak kuasa kuasa menahan hantaman batang pohon yang tersapu air sungai. Akibatnya, tiang jembatan patah lalu ambruk dan hanyut.

“Jembatan tersebut memang menjadi akses warga menuju areal perkebunan. Akibat kejadian ini, warga harus berputar ke jalan lain yang jaraknya cukup jauh, dan kondisi jalan yang rusak untuk menuju kebunnya,” ujar Aldamas Das (40) salah seorang warga Tapan ketika dihubungi wartawan, Senin (5/10).

Aldamas menjelaskan, sebelum jembatan ambruk akibat hantaman kayu besar yang terbawa arus sungai batang Tapan, kondisi jembatan memang sudah mengalami kerusakan, tetapi warga bergotong rorong melakukan perbaikannya. Jembatan sepanjang 10 meter itu bantalanya terbuat dari kayu, usianya pun sudah cukup lama.

“Memang kita sangat mengharapkan dibangun jembatan permanen yang lebih kuat di sini. Jika jembatan yang hanya berbahan kayu, tentu tidak kuat menahan hantaman derasnya air yang membawa batang-batang pohon jika hujan deras,” ungkap Aldamas.

Ditambahkan Aldamas, ada beberapa hasil pertanian warga yang setiap hari diangkut melintasi jembatan tersebut, seperti karet, sawit dan padi. Sampai saat ini belum ada tim dari Kecamatan atau Kabupaten yang turun, apalagi saat ini air sedang naik.

“Kita tidak bisa memaksakan untuk menyeberangi sungai karena sangat berbahaya. Hingga jembatan dibangun ulang, warga harus melewati jalan lain untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan, yang jaraknya lumayan cukup jauh. Kondisi jalannya juga sangat rusak,” tutup Aldamas. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional