Menu

Jembatan Cable Stayed Dibalut Kabut Asap

  Dibaca : 142 kali
Jembatan Cable Stayed Dibalut Kabut Asap
KABUT PEKAT--Jembatan Cable Stayed Sungai Batanghari Kabupaten Dharmasraya mulai tak terlihat dari jarak 100 meter karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap pekat. (guspira/posmetro)

DHARMASRAYA, METRO – Pekatnya kabut asap yang menyelimuti langit Dharmasraya, membuat jarak pandang terbatas. Bahkan, Jembatan Cable Stayed Sungai Batang Hari mulai tak terlihat dari jarak sekitar 100 meter.

Mengingat kabut asap mulai mempengaruhi kualitas udara di Dharmasarya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya mulai melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Eldison, mengatakan, akibat kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Dharmasraya, jarak pandang mulai terbatas.

“Pagi ini jarak pandang mulai terbatas akibat kabut asap. Jarang pandang hanya sekitar 1.000 meter,” ujarnya Eldison. Rabu (11/9).

Ia menjelaskan, Kabupaten Dharmasraya secara geografis berbatasan dengan Riau dan Jambi. Kuat dugaan, kabut yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman. Ia juga tidak menampik kabut asap itu disebabkan kebakaran lahan yang terjadi di Dharmasraya sejak sebulan terakhir.

“Meskipun kebakaran lahan di Dharmasraya terjadi sebulan terakhir ini, saya rasa tidak dominan untuk menyumbang asap karena yang terbakar luasnya satu sampai lima hektare,” ujarnya.

Dia juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

” Jika jarak pandang sudah di bawah 1.000 meter. Pemerintah daerah tentu akan mengambil kebijakan. Seperti upaya bagi-bagi masker kepada masyarakat,” jelasnya.

Laila (32) Warga Sungai Dareh memangkui kabut asap yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan terganggunya jarak pandang.

“Tebalnya kabut asap, jembatan Cable Stayed Sungai Dareh yang megah itu tidak tampak dari kejauhan,” ujar Laila (32), Rabu (11/9) pagi.

Ia menambahkan, untuk keluar rumah atau pergi kerja harus pakai masker. Kalau tidak mata mulai terasa perih. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum kabut asap semakin tebal dan mengganggu kesehatan warga.

Sementara itu, Ayub (56) seorang petani, mengatakan, kabut asap sangat terasa pekatnya pada saat malam dan pagi hari. Menurutnya, bagi orang yang mengalami gangguan pernafasan kondisi saat ini bisa mempengaruhui.(g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional