Menu

Pasca Muluapnya Sungai Patai, Jembatan Ambruk

  Dibaca : 187 kali
Pasca Muluapnya Sungai Patai, Jembatan Ambruk
AMBRUK—Terlihat kondisi jembatan di Dusun Sungai Patai ke Pasa Limau, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman yang sudah ambruk

PADANGPARIAMAN, METRO – Akibat curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan musibah banjir melanda Kabupaten Padangpariaman, termasuk Senin kemarin. Sehingga menyebabkan terputusnya akses perhubungan dari Dusun Sungai Patai ke Pasa Limau, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman.

Pantauan kemarin, hal itu dipicu ambruknya jembatan Sungai Patai, akibat hantaman banjir bandang yang melanda kawasan itu pada Senin malam kemarin. Akibatnya, seperti diakui tokoh masyarakat Sungai Patai Eri dan Edwar Hanadi, salah seorang warga yang tinggal di pinggir aliran Sungai Patai, saat ini sekitar 43 warga Sungai Patai praktis terisolasi.

“Karena satu-satunya akses yang bisa dilewati hanya dengan cara menyeberangi aliran sungai Sungai Patai yang ada di kawasan itu. “Kerusakan jembatan ini sebelumnya telah dikunjungi oleh jajaran Dinas PU Padangpariaman dan Provinsi Sumbar.

Rencananya, sesuai informasi yang kita terima pihak terkait akan segera membangun jembatan darurat berupa belly, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen di kawasan ini bisa dirampungkan pembangunannya,” terang Eri, kemarin.

Lebih jauh Eri menegaskan, sesuai kesepakatan yang ada, pada hari ini, rencananya akan segera diturunkan alat berat untuk membenahi kerusakan sungai di kawasan itu. Demikian pula halnya alat lainnya yang akan digunakan sebagai pemotong material reruntuhan jembatan tersebut.

Selain menyebabkan ambruknya jembatan Sungai Patai, banjir bandang yang melanda kawasan itu juga membuat kondisinya bangunan Mushalla Nurul Ikhlas dan taman pendidikan Alquran yang berada di sisi jembatan tersebut menjadi sangat terancam. Karena posisinya nyaris berada di bibir tebing.

Senada dengan itu diakui Mustafa Kamal (80), salah seorang pemuka masyarakat Sungai Patai saat dikonfirmasi di kediamannya kemarin.

Menurutnya, jembatan permanen tersebut awalnya dibangun berkat dukungan swadaya masyarakat setempat, melalui program PNPM. “Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter ini awalnya dibangun sekitar tahun 1984, dan setelah itu juga telah dilakukan beberapa kali perbaikan,” terangnya.

Menurutnya, sepengetahuannya, meski usianya saat ini telah memasuki 80 tahun, namun sepengetahuannya banjir bandang yang melanda kawasan Sungai Patai Senin malam kemarin merupakan yang terbesar.

Senada dengan itu Sekretaris Nagari Kapalo Hilalang Budi Haryanto menyebutkan, sebelumnya jembatan Sungai Patai tersebut juga sempat mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi beberapa Minggu sebelumnya.

“Waktu itu kondisinya masih terancam ambruk. Karena akibat hantaman banjir bandang yang ada di kawasan itu. Namun akibat banjir bandang yang terjadi Senin malam (10/12) kemarin, kondisinya benar-benar tragis, hingga kondisinya ambruk seperti yang terlihat saat ini.

Ambruknya jembatan Sungai Patai yang terletak tidak begitu jauh dari gerbang Kawasan Terpadu Tarok juga diakui Kepala Kalaksa BPBD Padangpariaman Budi Mulya. Untuk itu menurutnya, pihaknya dari jajaran BPBD Padangpariaman telah berkoordinasi dengan jajaran PU Kabupaten dan PU Provinsi serta Dirjen Kementrian PU Pusat.

“Untuk sementara sebagai pengganti jembatan ambruk tersebut mungkin akan dibangunkan jembatan darurat, barulah setelah itu akan dibangun jembatan permanen pada tahun anggaran 2019 mendatang,” terangnya mengakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional