Menu

Jelang Tabligh Akbar UAS, Panitia Bersihkan Atribut Parpol

  Dibaca : 177 kali
Jelang Tabligh Akbar UAS, Panitia Bersihkan Atribut Parpol
Ilustrasi

PADANGPARIAMAN, METRO – Panitia Pelaksana Peresmian Pusat Kajian Mazhab Syafi’i dan tabligh akbar bersama Ustad Abdul Somad di Kabupaten Padangpariaman, atribut yang terpasang di sekitar pelaksanaan acara akan akan dibersihkan.

”Panitia sudah berkoordinasi dengan pemiliknya untuk melepas sementara atribut politik di wilayah Pauh Kambar, dan mereka menyetujuinya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Peresmian Pusat Kajian Mazhab Syafi’i dan tabligh akbar, M. Nur, kemarin.

Disebutkan, keputusan tersebut diambil guna menjaga netralitas kegiatan keagamaan yang berlangsung pada Senin 21 Januari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB.
Apalagi setiap kegiatan yang menghadirkan Ustad Abdul Somad, lanjutnya selalu dihadiri oleh ribuan jamaah. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan politik.

Meski panitia melepas sementara atribut politik beberapa hari sebelum kegiatan, namun pihaknya tidak melarang calon anggota legislatif atau anggota partai menghadirinya.

”Silakan hadir sebagai jamaah namun jangan menggunakan atribut partai atau yang mengarah ke unsur politik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Kajian Mazhab Syafi’i, Ustad Jel Fathullah mengatakan pihaknya menyarankan jamaah yang akan hadir untuk melaksanakan shalat jamak takdim yang diselenggarakan pada shalat Zuhur. ”Jadi saat pelaksanaan kan banyak orang yang datang jadi dikhawatirkan tidak memiliki kesempatan dan lokasi shalat Asar,” ujarnya.

Ia mengatakan, meskipun pihaknya menyediakan masjid dan musala di lokasi kegiatan namun dikhawatirkan tidak mampu menampung banyaknya jamaah.
Sebelumnya Ustad Abdul Somad dijadwalkan akan meresmikan Pusat Kajian Mazhab Syafi’i dan tabligh akbar di Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman pada Senin 21 Januari 2019.

“Kami meminta khusus kepada ustad Abdul Somad untuk bisa meresmikan pusat Kajian Mazhab Syafi’i dan nanti kita juga meminta yang bersangkutan untuk ikut di dalamnya,” kata Ketua Pengurus Pusat Kajian Mazhab Syafi’i, Ustad Jel Fathullah saat jumpa pers di Pauh Kambar, Senin.

Ia mengatakan dibentuknya pusat kajian tersebut karena rakyat Indonesia mayoritas bermazhab Syafi’i sehingga diperlukan kajian agar mazhab itu lebih dimengerti oleh masyarakat.

Oleh karena itu, lanjutnya perlu adanya pusat kajian sebagai badan untuk mengedukasi masyarakat terkait hal tersebut.

Dipilihnya Nagari Pauh Kambar sebagai Pusat Kajian Mahzab Syafi’i karena ia menilai Padang Pariaman merupakan daerah awal berkembangnya Agama Islam di Sumbar. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional