Menu

Jelang Sekolah Tatap Muka, Ribuan Guru harus Rapid Test

  Dibaca : 83 kali
Jelang Sekolah Tatap Muka, Ribuan Guru harus Rapid Test
Indrawati

LIMAPULUH KOTA, METRO
Ribuan guru dan pegawai sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota dipastikan mengikuti rapid test menjelang dibukanya sekolah tatap muka. Kebijakan ini dilakukan guna memastikan guru dan pegawai sekolah di Limapuluh Kota bebas covid-19.

Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati, kepada wartawan menyebut, pelaksanaan rapid tes sudah dilakukan sejak Rabu (6/1), dan akan selesai beberapa hari menjelang dibukanya pelaksanaan sekolah tatap muka pada Senin (11/1) besok.

“Sesuai rencana sekolah tatap muka akan dibuka pada Senin (11/1). Dan untuk itu kita memastikan bahwa seluruh guru dan pegawai sekolah bebas dari penularan covid-19. Sehingga apa yang menjadi kekhawatiran dan kecemasan munculnya klaster baru di sekolah, tidak terjadi,” sebut Indrawati, kepada wartawan usai menyerahkan hand zanitiser, masker, vitamin c, kepada sekolah TK,SD dan SMP se-Kecamatan Payakumbuh, dari FPMS, Kamis (7/1).

Indrawati memastikan sampai Kamis (7/1), tidak ada satupun guru maupun pegawai sekolah yang sudah menjalani rapid tes hasilnya reaktif. “Sampai sekarang belum ada yang reaktif. Kalau memang ada yang reaktif nantinya, baru kita lakukan swab untuk memastikan benar atau tidak terjangkit covid-19. Kalau benar-benar ada, akan dilakukan isolasi mandiri,” sebut Indrawati.

PBM Tatap Muka harus Seizin Ortu Murid
Sebelum PBM tatap muka dimulai, Indrawati menyebut, harus mendapat izin dari orantua siswa yang ditandatangi di atas materai 6000. Selain itu PBM tatap muka dilakukan dengan Dua Sif, dimana satu minggu-satu minggu. Hal ini dilakukan untuk menjaga jarak dalam satu ruang kelas atau rombel.

Indrawati menyebut, pihaknya terus melakukan pengecekan dan memastikan kesiapan masing-masing sekolah terhadap sarana dan prasarana terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan covid-19 serta harus melengkapi daftar ceklis. Diantaranya, siswa menggunakan masker, tersedia tempat cuci tangan, alat ukur suhu tubuh dan jarak tempat duduk yang sudah diatur dalam kelas.

Pelaksanaan PBM dimasa mendemi covid-19 disampaikan Indrawati, hanya berlangsung beberapa jam, masuk pukul 7.30 Wib dan pulang pada pukul 11.00 Wib. Kemudian, siswa tidak dibenarkan bermain di luar ruangan kelas saat jam istirahat. Pihaknya juga meminta kepada sekolah untuk tidak membuka kantin sekolah, siswa diminta membawa bekal makanan dari rumah. “Setelah selesai PBM, siswa diminta untuk langsung pulang kerumah, dijemput orangtua, tidak dibenarkan berkumpul-kumpul di luar sekolah,” sebutnya.

Kepala SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Ahmad Guntur menyampaikan pihaknya sudah siap dengan protokol kesehatan seperti penyediaan masker bagi siswa, alat ukur suhu tubuh, dan tempat cuci tangan di air mengalir dengan menggunakan sabun. Selain itu, dirinya juga menyebut rombel siswa selama PBM hanya 15 orang perlokal.

“Kita menggunakan dua shift, satu minggu-satu minggu. Sehingga satu rombel pada waktu normal 30 orang, saat ini hanya 15 orang. Jumalah murid kita seluruhnya 800 orang, jadi satu minggu 400 orang, jadi gantian. Kemudian, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ketika masuk anak diukur suhu tubuhnya dulu, wajib pakai masker, dan tidak ada keluar ruangan saat istirahat serta kantin tidak buka, bekal bawa dari rumah,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional