Close

Jelang Pemilu Serentak 2024, Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota Ajak Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif

H. Joni Amir

LIMAPULUH KOTA, METRO–Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir mengajak masyarakat di daerah dengan 13 Keca­matan itu untuk ikut melakukan pencegahan terjad­i­nya gesekan jelang digelarnya Pemilu serentak tahun 2024.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pendidikan politik ke tengah-tengah masyarakat agar kondisi daerah aman dan terkendali. Ia juga berharap masyarakat dan kontestan/peserta pemilu untuk bersikap arif, agar tidak terjadi Gesekkan di te­ngah-tengah ma­sya­ra­kat.

Sebab ia menilai, nan­tinya di tahun Politik akan banyak terjadi Ge­sekkan di tengah-tengah ma­syarakat, apalagi sa­at ini adanya muncul klaim dengan pema­sa­ngan baliho terkait pe­m­bangunan jalan, padahal yang melakukan pem­bangunan adalah pe­merintah.

”Kita mengajak masyarakat dan kontestan Pemilu untuk bersikap arif dan ciptakan situasi kondusif, sebab di tahun politik nanti akan banyak terjadi gesekan di tengah masyarakat,” ucapnya saat menjadi Narasumber da­­lam kegiatan Kon­solidasi Tahapan Pemilu tahun 2024 Untuk Pe­ngawas Pemilu Ad-Hoc dengan Tema Penguatan

Kapasitas Panwaslu Kecamatan Dalam Pe­ngawasan Tahapan Pe­milu serentak yang di­gelar Aula Cafe di Ka­wasan Tanjung Pati, akhir pekan kemarin.

Mantan Kepala Pe­lak­sana BPBD Kabu­pa­ten Limapuluh Kota itu juga menyebutkan hing­ga saat ini situasi daerah masih dalam keadaan aman dan terkendali, ia berharap kondisi tersebut tetap bertahan, sebab jika tidak tentu akan ber­dampak pada pelaksanaan pemilu termasuk ha­silnya.

”Hingga saat ini situasi daerah aman terkendali, kami berharap masyarakat dan kontestan Pemilu bisa bersikap arif untuk cegah gesekan jelang Pemilu serentak. Masyarakat kita ajak untuk cegah potensi gesekan dengan ciptakan situasi kondusif,” ha­rapnya.

Salah satu potensi gesekan menurut mantan Kabag Humas Pemkab Limapuluh Kota itu adalah adanya saling klaim terkait pembangunan. “Mari kita terus ciptakan situasi kondusif untuk mencegah terjadinya gesekan,” ucapnya.

Sementara terkait banyaknya muncul spanduk dukungan terhadap bakal Calon Presiden, Joni Amir menilai hal itu biasa dan merupakan dinamika politik. “Munculnya spanduk dukungan terhadap satu calon yang sudah deklarasikan diri sebagai Calon Presiden merupakan hal biasa dan merupakan dinamika,” tambahnya.

Dia menambahkan, siapa pun pemimpinnya, masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota hendaknya bisa menciptakan kerukunan dengan memiliki kesadaran dan toleransi yang tinggi. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top