Menu

Jelang Musim Kemarau, Sumbar Jaga Kesiapsiagaan Karhutla 

  Dibaca : 64 kali
Jelang Musim Kemarau, Sumbar Jaga Kesiapsiagaan Karhutla 
APEL SIAGA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi mencek kesiapan petugas saat Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan 2021 di Harau Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat me­mas­tikan kesiapsiagaan per­sonel untuk mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) je­lang musim panas yang diperkirakan pada Agus­tus-Oktober 2021. “Pra­kiraan BMKG, kita akan masuk musim kemarau pada Agustus-Oktober 2021. Untuk mengantisipasinya kita perlu melakukan lang­kah-langkah kesiapsiagaan agar tidak terjadi bencana kebakaran hutan,” kata Gubernur Sumbar, Mah­yeldi dalam Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan 2021 di Harau Kabu­paten Limapuluh Kota, Se­nin (28/6).

Gubernur mengingat­kan agar jajaran Dinas Kehutanan Sumbar untuk segera berkoordinasi de­ngan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forko­pimda), jajaran pemerin­tahan hingga ke nagari, tokoh masyarakat, ulama hingga masyarakat untuk menjaga dan mengawasi hutan.

“Pemetaan kawasan rentan kebakaran harus sudah dilakukan, kemudian juga dilakukan upaya edu­kasi masyarakat, meleng­kapi peralatan di kawasan tersebut,” katanya.

Apel siaga yang dila­kukan juga untuk memas­tikan kesiapan SDM untuk me­ngatasi kebakaran hu­tan. Memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk pemadaman kebakaran hutan.

“Kita punya beberapa alat yang sangat memban­tu seperti drone dengan daya jelajah sampai 3 kilometer, alat pemadalam hutan yang bisa mema­damkan kebakaran de­ngan jaraknya satu kilometer dari sumber air. Mudah-mudahan semua persi­a­pan ini bisa mencegah ke­bakaran hutan saat kema­rau,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Mahyeldi juga me­nye­rahkan bantuan bibit pada masyarakat dianta­ranya manggis dan pinang.

Bantuan tersebut meru­pakan sebuah upaya untuk memberdayakan masya­rakat sekitar hutan agar memiliki sumber penda­patan lain sehingga tidak lagi mengeksplorasi hutan secara ilegal. “Masyarakat ini nantinya juga diha­rap­kan bisa bahu-membahu dengan petugas penjaga hutan dalam pengawasan kawasan hutan,” katanya.

Sebelumnya gerakan minum madu asli juga per­nah dilakukan di Sawah­lunto dalam upaya mem­bina masyarakat sekitar hutan. Beternak lebah ma­du bisa menjadi salah satu solusi perekonomian bagi masyarakat sekitar hutan.

Ke depan, kata Mah­yeldi, pihaknya akan beru­paya menambah jumlah alat pemadam kebakaran yang bisa mencapai jarak 1 kilometer dari pusat ke­bakaran. Hal itu dinilai penting karena rata-rata kebakaran hutan terjadi cukup jauh dari sumber air.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengatakan pihaknya hanya memiliki 102 tenaga penjaga hutan. Jumlah itu sangat sedikit dibandingkan luas hutan Sumbar 2,3 juta hektare.

Karena itu kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak termasuk ma­syarakat sekitar hutan men­jadi salah satu fokus yang dilakukan dalam u­paya pengawasan dan pen­­­ja­gaan kawasan hutan dari Karhutla. Acara Apel Siaga Pengendalian Ke­bakaran Hutan dan Lahan tahun 2021 itu juga dihadiri oleh Bupati Limapuluh Ko­ta, Dandim 0306/50 Kota dan masyarakat peduli api (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional