Menu

Jelang Liburan Akhir Tahun Pengelola harus Berikan Kenyamanan Bagi Pengunjung

  Dibaca : 30 kali
Jelang Liburan Akhir Tahun Pengelola harus Berikan Kenyamanan Bagi Pengunjung

SUDIRMAN, METRO – Jelang akhir tahun 2018, Dinas Pariwisata Sumbar mengimbau kepada pemilik dan pengelola obyek wisata di Sumbar terkait kesiapan obyek wisata. Imbauan tersebut sekaitan dengan banyaknya keluhan dari pengunjung terhadap fasilitas toilet yang minim hingga terjadinya pungutan tidak wajar kepada pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengajak para pemilik dan pengelola obyek wisata untuk bekerja sama terkait pengelolaaan obyek wisata selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Ia meminta, para pemilik dan pengelola daya tarik wisata dalam menjalankan usahanya harus mengedepankan profesional.

“Kita ajak para pemilik ataupun pengelola obyek wisata di Sumbar senantiasa memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengunjung. Utamanya di pusat keramaian massa yakni, Padang, Pariaman, Bukittinggi, Harau dan sekitarnya. Pengelola obyek wisata harus menjaga kenyamanan pengunjung wisata,” imbuh Oni, Rabu (5/12).

Lebih lanjut, kata Oni, pemilik dan pengelola obyek wisata harus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap sarana prasarana vital di obyek wisata. Apalagi di obyek wisata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan beresiko tinggi bagi wisatawan. Seperti di wisata pantai, arena outbond, pendakian gunung, dan jembatan gantung.

Oni mengingatkan, para pengelola dan pemilik obyek wisata juga harus menetapkan serta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan daya tarik wisata. Selain itu juga, pemilik dan pengelola wisata diminta untuk mengemban dan menerapkan sadar wisata melalui Sapta Pesona Wisata.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pemilik dan pengelola obyek wisata untuk melakukan koordinasi dengan petugas keamanan dan petugas kesehatan setempat,” pesan Oni.

Sementara, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan imbauan kepada pengelola tempat wisata untuk memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Namun yang terjadi, masih ada laporan negatif mengenai rasa aman di lokasi wisata.

“Uang demi uang yang keluar, tidak diiringi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Bahkan pengunjung tidak mendapatkan tempat yang bisa untuk melakukan shalat. Keluhan lain adalah, tidak adanya ketersediaan air bersih di fasilitas ruang ganti. Ini dampaknya dapat berakibat kepada wisata di Sumbar,” ujar Wagub.

Berbagai persoalan yang dilaporkan masyarakat di destinasi wisata dihimpun melalui hotline yang telah disiapkan. Maka dari itu pada akhir tahun 2018 ini, Nasrul mengharapkan, persoalan yang dapat berdampak buruk terhadap pariwisata Sumbar tersebut tidak terjadi lagi.

“Kita terus melakukan pembenahan, masing-masing kabupaten dan kota juga telah diminta untuk meningkatkan pembenahan dalam pengelolaan destinasi pariwisatanya. Sumbar sebagai daerah yang banyak destinasi wisata unggulan akan banyak dikunjungi wisatawan, tugas kita bersama bagaimana orang yang berkunjung merasa nyaman saat berada di daerah kita ini,” tegasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional