Close

Jelang Lebaran, Tiket Bus Full Booking, Organda Sumbar Desak Pemda Tuntaskan Pembangunan Terminal

DESAK— Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukurdan jajaran pengurus menggelar jumpa pers terkait kebangkitan usaha  angkutan penumpang darat di Sumbar, kemarin

PADANG, METRO – Naiknya harga tiket pesawat menjadi momentum bangkitnya usaha  angkutan penumpang darat di Indonesia dan Pulau Sumatera. Terutama menghadapi Mudik Lebaran 1440 H ini. Pengusaha angkutan penumpang di Provinsi Sumbar yang tergabung dalam Organda Provinsi Sumbar, mengungkapkan, peningkatan penumpang angkutan darat pada mudik tahun ini, sangat pesat.

Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur didampingi Sekretaris, Alex mengakui, momen kebangkitan usaha angkutan penumpang darat ini sudah diprediksi 10 tahun lalu. Angkutan penumpang seperti bus, suatu saat akan kembali kepada masa kejayaannya. “Tahun ini sudah lihat mengarah ke situ. Satu tahun belakangan, bahkan bus-bus sudah menyiapkan diri dengan mulai melakukan inovasi karoseri yang aman dan nyaman terhadap bus-nya sesuai selera pasar,” terang Budi Syukur, kemarin.

Bahkan inovasi karoseri yang telah dilakukan pengusaha bus, telah memenuhi tuntutan kriteria dari beberapa negara yang sudah memakai bus tersebut. Sehingga, masyarakat sudah antusias dengan kebutuhan bus yang ada saat ini.  Budi Syukur menilai, kondisi penerbangan dengan tarif yang ada saat ini merupakan tarif yang layak, untuk beroperasi dengan pelayanan maksimal.

“Kenaikan harga tiket pesawat saat ini wajar. Jika selama ini Rp500 ribu sampai Rp700 ribu harganya kan tidak normal. Karena ada beban biaya komponen pesawat, PPN 10 persen, airport tax, sewa navigasi dan meteorology dan segala macamnya. Semua biaya sangat tinggi. Dengan harga tiket di bawah Rp1 juta memang tidak layak,” ungkapnya.

 Budi Syukur menilai, melalui momentum kenaikan tiket pesawat ini, pengusaha angkutan penumpang darat sudah hitung-hitungan untuk berinvestasi untuk kembangkan usaha bus di Sumbar.

“Tahun 2019 ini terjadi peningkatan penumpang Padang menuju Jakarta, Padang-Medan, Padang-Jambi dan Bengkulu.  Kondisi ini membuat pemilik perusahaan bus mengembangkan investasi dengan menambah bus baru,” terangnya.

 Bahkan, lonjakan jumlah penumpang angkutan darat ini sudah terjadi sejak sebulan lalu. Di mana, banyak  perusahaan bus, sejak satu bulan lalu sudah full booking untuk menggunakan bus mudik Lebaran.

“Keberangkatan dari Padang menuju ke Jakarta saja, ada lima hingga tujuh bus per hari. Sekarang sudah ada investor pendatang baru yang bergerak di usaha angkutan penumpang darat ini. Perusahaan tersebut sedang mengurus izin angkutan. Ini bukti investasi dan bisnis bis AKAP makin diminati,” tambahnya.

Hadapi mudik Lebaran tahun ini, Organda Sumbar menyiapkan bus khusus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus pariwisata sebanyak 191 unit yang sudah terdaftar di Provinsi Sumbar. Selain itu, juga ada Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 1567 unit. Bus ini hadir untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat mudik dan balik ke Padang pada Lebaran tahun ini.

 Dengan semakin tingginya minat masyarakat naik bus, maka mau tidak mau, suka tidak suka, pengusaha angkutan penumpang darat yang tergabung dalam Organda Sumbar menaikan tarif 20 persen dari tarif yang ada sekarang. “Naikan tarif karena ada faktor supply dan demand. Yang dinaikan tarif khusus eksekutif dan bisnis kelas saja. Tergantung mekanisme pasar. Tarif ekonomi tidak naikan kecuali pakai tarif batas atas,” terangnya.

 Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap angkutan, Organda Sumbar menyiapkan kendaraan yang kondisinya di atas standar. Ada bus yang menggunakan double decker, AC yang sejuk, tempat duduk yang nyaman dan lapang. Termasuk pelayanan pemesanan tiket sudah melalui aplikasi traveloka. Tidak perlu melalui antrian lagi. Masyarakat sudah merasakan pelayanan bus  yang terbaik, karena pengusaha bus sudah menyesuaikan dengan tekhnologi. ”Ini peluang bisnis bagi perusahaan transportasi untuk membenahi diri dan berinvestasi lagi,” terangnya.

 Dengan bergairahnya kembali investasi usaha angkutan penumpang darat ini, Budi Syukur berharap agar pemerintah daerah juga dapat mendukung melalui sarana dan prasarana. Kondisi secara nasional, semua angkutan bus harus masuk terminal. Tidak boleh menaikan dan menurunkan penumpang di pull bus masing-masing.

 Seperti di terminal yang berada di Bekasi, terminalnya sudah seperti mall. “Karena itu, di Provinsi Sumbar diharapkan pembangunan terminalnya dapat tuntas dilaksanakan. Diharapkan terminal yang sedang dibangun pemerintah daerah di kawasan Anak Aia Kota Padang ini dapat terealisasi secepatnya,” harapnya.

 Budi Syukur juga menginformasikan, bagi masyarakat yang menaiki bus, sudah ditanggung oleh asuransi PT Jasa Raharja.

“Komponen tiket yang diterima dari penumpang, sudah masuk asuransi Jasa Raharja. Silahkan saja penumpang tanya ke pihak perusahaan bus terkait asuransi ini,” imbaunya.

 Pengusaha Bus ALS, Nasution mengatakan, sejak Januari 2019 terjadi kenaikan tiket pesawat. Kenaikan tiket pesawat ini, mengarahkan masyarakat untuk naik bus yang super eksekutif. Bahkan sekarang bus diciptakan modelnya seperti model naik pesawat yang tidak kalah nyamannya.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top