Close

Jelang Lebaran, Restoran, Mall, Hotel Kembali Ramai, Pelaku Usaha Diminta Jujur Setorkan Pajak

Al Amin, Kepala Bependa Kota Padang

M YAMIN, METRO
Ramainya restoran, tempat perbelajaan jelang lebaran ini diprediksi akan berpengaruh pada perolehan pajak daerah nantinya. Setidaknya ada tiga item pajak yang terpengaruh oleh kondisi itu.

Kepala Bependa Kota Padang Al Amin mengatakan ketiganya adalah pajak restoran, hotel dan hiburan. Saat ini, aktifitas masyarakat sudah berangsur normal kembali. Apalagi jelang lebaran ini.

“Alhamdulillah, restoran dan rumah makan ramai, hotel mulai penuh. Dan kunjungan masyarakat ke Padang tentu akan tinggi jelang lebaran ini,” sebut Al amin.

Sampai saat ini, kata dia, realisaai pajak daerah adalah Rp109,5 miliar atau 16,8 persen dari target secara keseluruhan yakni, Rp 670 miliar.

Adapun potensi paling besar adalah pajak restoran. Hingga kemarin perolehannya mencapai 25,87 persen. Hal ini karena bnayaknya masyarakat buka puasa bersama di restoran dan rumah makan, termasuk kunjungan dari perantau ke kota Padang.

Dikatakannya, dari 11 item pajak yang dikelola oleh Bapenda, rata-rata realisasinya sudah melebihi 20 persen. Pajak reklame sebanyak 21 persen, pajak perangan jalan 28 persen, pajak sarang walet sebanyak 20 persen, pajak mineral bukan logam 24 persen. Item pajak lainnya berada diangka 15-20 persen.

Namun, meski demikian, ia meminta semua pelaku usaha untuk jujur melaporkan pajaknya. Para wajib pajak diminta menyetorkan pajaknya sesuai transaksi yang terjadi.

Saat ini, terang dia, Bapenda sudah bekerjasama dengan KPK dan Bank Nagari untuk memantau transaksi dan penyetoran pajak daerah. Untuk di hotel-hotel dan restoran telah diletakkan Tapping Box atau alat perekam transaksi. Dimana alat itu akan merekam semua transaksi yang terjadi di restoran dan hotel tersebut.

Namun sejumlah oknum wajib pajak terkadang mengakalinya dengan mencabut alat tersebut. Sehingga sulit terpantau. “Makanya kita minta wajib pajak agar selalu jujur dalam berusaha dan menyetorkan pajaknya sesuai transaksi,” tandas Al Amin.

Untuk mengantisipasi perilaku negatif sebagian wajib pajak nakal ini, pihaknya, tandas Al Amin, kerap melakukan uji petik dengan cara turun langsung ke hotel dan restoran yang bersangkutan. Sehingga dapat diketahui seberapa banyak transakai dan kunjungan mereka.

“Kita sering turun dan memantau langsung. Sekaligus kita ingatkan semua wajib pajak agar jujur. Semoga dengan kejujuran itu, usaha mereka semakin berkah dan berkembang,” tandas Al Amin.

Karena uang pajak itu adalah uang yang dititipkan masyarakat untuk dipungut pemerintah yang nantinya dipergunakan lagi untul biaya pembangunan. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top