Menu

Jelang Lebaran, Pengemis Musiman Meraup Untung di Jalanan

  Dibaca : 234 kali
Jelang Lebaran, Pengemis Musiman Meraup Untung di Jalanan
PENGEMIS MENJAMUR— Para pengemis sudah menjamur di jalanan Kota Padang mendekati Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Salah satunya, di kawasan trotoar di depan kantor Gubernur Sumbar, Jalan Sudirman.

AIA PACAH, METRO
Pemko Padang mewaspadai keberadaan pengemis, anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang kian marak menjelang Lebaran tahun ini. Warga Kota Padang pun diminta untuk berhati-hati terhadap anak gelandangan, pengamen dan pengemis yang kerap mangkal di pusat perbelanjaan, di perempatan jalan hingga ke perumahan warga. Pasalnya, mereka seringkali mengais rezeki tanpa harus bekerja keras.

Kepala Sat Pol PP Kota padang, Alfiadi mengimbau semua warga agar tidak memberi sedekah atau uang kepada pengemis yang meminta-minta di jalanan. Menurutnya, memberi uang kepada pengemis di jalanan sama dengan membiarkan mereka hidup di jalanan.

“Kalau mau kasih uang, kasihlah pada tempatnya. Jangan kasih mereka yang ada di jalanan. Karena jika terbiasa begitu, mereka bisa hidup dijalanan selamanya,” sebut Alfiadi menanggapi maraknya aksi pengemis jelang Lebaran ini.

Di sisi lain, mendekati Lebaran ini pengemis musiman pun makin banyak terlihat. Selain di jalan, pusat keramaian dan pasar, pengemis ini juga meminta-minta di halaman masjid. Peluang mendapat rezeki dari mengemis ini juga disebabkan oleh banyaknya orang yang memberi zakat langsung kepada mereka, meski sudah ada larangan agar warga tidak memberi uang ke pengemis.

Saat ini, kata dia, meminta-minta di jalanan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan rawan kecelakaan. Dan dampak yang terparah adalah, Padang pengemis yang dari luar itu semakin banyak dan bertambah. Karena mereka merasa hidup di jalanan Kota Padang.

Alfiadi mencontohkan aksi manusia silver di sejumlah titik jalanan di Padang. Setelah diinterogasi petugas Pol PP, untuk aksi meminta-minta selama 1 jam di lampu merah, mereka bisa mendapatkan Rp150 ribu. Bayangkan kalau seharian mereka di jalan.

“Dengan banyak mendapat uang, mereka akan menggantungkan hidup mereka di jalanan dengan meminta minta. Dan aksi mereka juga akan mengundang manusia-manusia silver lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tandas Alfiadi.

Kota Padang, kata dia, sudah memiliki perda tentang Anjal dan Pengemis ini. Dalam Perda itu ditetapkan bahwa pemberi dan penerima akan sama-sama ditangkap dan diamankan.

Pengemis di Trotoar Kantor Gubernur
Sebelumnya, pengemis dan gelandangan banyak ditemukan duduk di trotoar kantor Gubernur. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP) Sumbar Dedy Diantolany, mengatakan pengemis dan gelandangan tidak dibenarkan melakukan aktifitas di trotoar kantor gubernuran di sepanjang jalan protokol Sudirman.

“Ini sudah mengganggu keamanan dan ketertiban. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, bagi yang tidak mengacuhkan dan bandel mereka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Deddy.

 Ia juga mengatakan akan melakukan pemantauan dan pengawasan awal serta sosialisasi kepada masyarakat yang tersangkut masalah yang menjadikan diri gelandangan dan pengemis untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang ketentuan perda.

“Satpol PP dan Dinas Sosial Sumbar bersama Kota Padang akan melaksanakan pengawasan langsung hari ini dimulai pada pukul 14.00 wib tanggal 4 Mei 2020, langkah pertama dengan memberikan himbauan untuk tidak mengemis,” ujarnya.

Dedy menyebut, penertiban ini sesuai Perda nomor 5 tahun 2020 tentang ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. “Perbuatan menjadikan diri gelandangan dan pengemis dapat diancam dengan pidana kurungan dan denda, serta masyarakat yang memberi kepada gelandang dan pengemis juga dapat diancam pidana,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Drs Jumadi juga menyebutkan sesuai data dari Dinas Sosial Kota Padang telah didata 74 orang tahun 2020. Kebanyakan yang melakukan kegiatan mengemis adalah pendatang dari luar Kota Padang.

“Hubungan sebab akibat juga datang dari masyarakat yang terlalu gampang memberi uang di jalanan, sehingga mereka jadi keseringan,” ujarnya. (tin/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional