Menu

Jelang Idhul Adha 1442, Distan Kota Padang Pastikan Hewan yang Disembelih Aman, Sehat

  Dibaca : 84 kali
Jelang Idhul Adha 1442, Distan Kota Padang Pastikan Hewan yang Disembelih Aman, Sehat
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 

SUNGAI LAREH, METRO–Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 men­­datang, Dinas Perta­nian (Distan) Kota Padang melaksanakan sosialisasi pemilihan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam kepada pe­ngu­rus masjid dan mu­shalla di 11 kecamatan.

Menurut Kepala Distan Kota Padang, Syahrial Ka­mat, sosialisai bertujuan untuk memastikan kondisi he­wan kurban yang akan di­sembelih dan dibagikan ke­pada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha dalam kon­disi aman dan sehat, serta dalam hal penyem­belihan se­suai dengan sya­riat Islam.

“Sosialisasi pemilihan hewan kurban kepada pe­ngu­rus masjid dan mu­shalla bekerjasama de­ngan Majelis Ulama Indonesia (MUI),” katanya, Jumat (25/6).

Ia menambahkan, hal yang disosialisasikan ke­pada pengurus masjid dan mushalla meliputi bagai­mana pemilihan hewan kurban yang dijual di tem­pat peternakan atau kan­dang pedagang yang sehat dan aman.

“Yang memberikan pa­pa­ran tentang pemilihan hewan kurban itu disam­pai­kan oleh tim dari Kese­hatan Hewan (Kes­wan) dan Kesehatan Mas­yarakat Veteriner (Kes­mavet),” ungkap Syahrial.

Pada Idul Adha tahun 2021 ini, Syahrial menye­butkan, pihaknya menar­getkan ada sebanyak 100 masjid dan mushalla yang pengurusnya diberikan so­sia­lisasi terkait pemilihan hewan kurban tersebut.

“Sebenarnya kami me­nargetkan lebih jumlah­nya, tapi karena angga­ran­nya terbatas, maka kami target­kan ada sebanyak 100 mas­jid dan mushalla,” jelasnya.

Dijelaskan, pelak­sa­na­an sosialisasi sendiri telah di­mulai pada Kamis lalu di­mana ada pengurus mas­jid dan mushalla tersebut bera­sal dari 4 kecamatan yakni Kototangah, Padang Utara, Kuranji, dan Nang­galo.

Kemudian pada Selasa (28/6) mendatang, sosia­lisasi akan diberikan ke­pada pengurus masjid dan mushalla yang berasal dari Kecamatan Pauh, Lubuk­kilangan (Luki), dan Lubuk­be­galung (Lubeg).

“Satu minggu setelah itu, sosialisasi dilanjutkan terhadap pengurus masjid dan mushalla yang berasal dari Kecamatan Padang Timur, Padang Selatan, Bungus Teluk Kabung (Bung­tekab),” katanya.

Ia menuturkan, dalam pemilihan hewan kurban ada beberapa 3 kriteria yang harus diperhatikan oleh pengurus masjid dan mushalla. Pertama, pengu­rus harus melihat kondisi kesehatan hewan teru­ta­ma dari kondisi fisiknya.

“Yang diperhatikan itu apa­kah hewan kurban yang akan dibeli tidak me­mi­liki lu­ka, cacat, tanda pe­nyakit, di bagian tubuhnya. Kemu­dian hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari mata­nya yang bersih, lalu anus ti­dak mengeluarkan darah atau yang lainnya,” jelas­nya.

Selanjutnya, usia he­wan kurban yang ideal yakni lebih dari dua tahun yang ditandai dengan tang­galnya gigi hewan kurban, dan tidak boleh membeli dan menyembelih sapi be­tina produktif.

Sejauh ini, hasil peman­tauan dan pengawasan yang dilakukan oleh petu­gas di lapangan, pihaknya belum menemukan ada­nya hewan kurban yang bermasalah khususnya pada kondisi kesehatan.

Ia menegaskan, pihak­nya akan terus melakukan pemantauan dan penga­wasan terhadap hewan kurban sampai pada hari penyembelihan hewan dan pembagiannya kepada masyarakat. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional