Menu

Jelang Hari Raya Idul Adha, Persediaan Hewan Kurban Aman

  Dibaca : 229 kali
Jelang Hari Raya Idul Adha, Persediaan Hewan Kurban Aman
Ilustrasi-Jelang Hari Raya Idul Adha, Persediaan Hewan Kurban Aman

SOLOK, METRO
Menjelang Hari Raya Idul Adha, persediaan hewan kurban di Kabupaten Solok diperkirakan masih aman. Apalagi pemerintah setempat memprediksi kebutuhan kurban akan sama dengan tahun lalu. Dari data, pada tahun 2019, ada 2988 ekor hewan ternak yang di kurban kan oleh masyarakat Kabupaten Solok, yang paling banyak yakni sapi sebanyak 2.583 ekor, pada 2020 ini diperkirakan surplus juga. Sebab kebutuhan hanya mencapai lebih kurang sekitar 3.000 ekor.

Tapi, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Solok. Si Is, SP, pada saat ini, berkemungkinan jumlah kurban akan berkurang, karena seluruh sektor terutama ekonomi sangat terdampak akibat Covid-19. Hal ini tentu juga akan berdampak juga pada kemampuan ekonomi seseorang untuk berkurban. “Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan sapi untuk Idul Adha selalu terpenuhi. Lalu, meskipun sudah surplus daging pemerintah daerah tetap menyukseskan program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi ternak yaitu Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB),” ujar Si Is.

Disebutkannya, masih banyak masyarakat yang belum memahami hal itu, sehingga masih banyak yang menjual sapi betina dipasar. Hal inilah yang akan segera diatasi oleh Pemkab Solok, karena aturan ini dimaksudkan untuk mempercepat program swasembada daging sapi. “Itulah permasalahan kita saat ini, secara berkala, terutama pada bulan puasa, dan sebelum idul adha, kita bersama kepolisian selalu memeriksa pasar ternak di Muarapanas, dan mensosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat, namun pada tahun ini tidak se-masif tahun-tahun sebelumnya, karena terkendala aturan tatanan normal baru dan PSBB,” kata Si Is.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada peternak tentang budidaya dan cara yang baik dalam pemberian pakan ternak. Petugas kesehatan hewan juga terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan ternak ke lapangan. Untuk memastikan kesehatan sapi kurban, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan, baik ke pasar maupun ke sentra peternakan sapi.

Bidang kesehatan hewan (Keswan) terjun langsung untuk melihat kualitas daging hewan, dalam hal uji kelayakan konsumsi. karena soal kesehatan hewan ternak yang bakalan dikurban ini sangat penting untuk diadakan pemeriksaan.  Pihaknya akan menyiagakan tujuh orang dokter hewan dan 15 tenaga medis untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban di 14 kecamatan di daerah itu. Hewan yang akan disembelih harus diperiksa agar sesuai persyaratan kurban, seperti cukup umur yakni dua tahun, tidak cacat dan tidak sakit, seperti penyakit kulit yang biasa diidap ternak.

Kemudian, Si Is menjelaskan, yang sedang diupayakan saat ini yakni bagaimana Kabupaten Solok menjadi daerah produksi ternak yang besar. Selain untuk kebutuhan lokal, juga mampu menjadi penyuplai utama daging dan ternak sapi di Sumbar. “Kita akan mengembangkan inovasi baru dalam meningkatkan pengembangan, kesampingkan dulu perluasan, untuk langkah awal kita fokus pada pembinaan pada daerah yang berpotensi di peternakan sapi,” kata Si Is.

Salah satu Nagari yang punya potensi besar pada peternakan sapi adalah nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, disana masyarakat diajak bersosialisasi perihal peternakan, kemudian juga diberikan pembinaan kepada peternak sapi.

Potensi daerah cukup besar, termasuk pengembangan ternak sapi potong, kapasitas tampung ternak masih sangat besar apabila dikaitkan dengan potensi pakan yang tersedia dan dapat dikembangkan di wilayah Kinari. “kita juga menggandeng Perbankan untuk mempermudah akses masyarakat ugar mudah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, sebagai permodalan bagi peternak,” kata Si Is.

Nanti di sana juga kembangkan kelompok peternak sapi, dan nantinya akan kita ajak bekerja sama dan juga sistem kemitraan, pola yang akan dikembangkan ditargetkan dapat menyesuaikan dengan potensi dan kondisi di lapangan, dengan melibatkan kelompok peternak, koperasi dan BUMNag yang berminat berusaha ternak. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional