Menu

Jelang Agustus,  Pemko Payakumbuh Targetkan Kembali ke Zona Hijau

  Dibaca : 376 kali
Jelang Agustus,  Pemko Payakumbuh Targetkan Kembali ke Zona Hijau
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.

PAYAKUMBUH, METRO–Wali Kota Riza Falepi melaksanakan rapat kerja bersama Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Un­sur forkopimda, serta ke­pala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh di Au­la Randang, Balai Kota, Kamis (27/5). Pemko akan mengambil langkah stra­tegis, seperti terus me­maksimalkan tracing, vak­sinasi, dan meningkatkan treatment. Ada tiga topik yang dibahas dalam rapat tersebut seperti Pem­ber­lakuan pembatasan ke­giatan masyarakat  (PP­KM), Vaksinasi, dan Kam­pung Tageh.

Wali Kota Riza Falepi menjelaskan kalau Presi­den dan Menteri Dalam Negeri selalu mewanti-wanti, jangan sampai kasus Covid-19 di Indonesia se­per­ti di India. Di sana pada bulan Oktober-November lalu masih sangat bagus pembatasannya, bahkan PPKM di Indonesia belajar dari India. “Namun dengan adanya tradisi mereka se­hingga menggelar ke­giatan keramaian yang luar biasa, akhirnya jebol­lah pertaha­nannya,” kata Riza.

Riza menjelaskan, pro­gres terakhir Kota Paya­kum­buh pada minggu ke­marin adanya berapa pen­derita meninggal, ini jauh menarik nilai kebawah, bagaimanapun juga nilai orang yang meninggal poin minusnya besar, kalau sem­buh maka dihitung plus. Sehingga saat ini Paya­kumbuh berada di zona oranye dengan poin 1,93.

“Tapi progres minggu ini positif rate kita relatif menurun. Akhir ramadhan lalu ada berada di angka 30an, tapi sekarang sekitar 10an dan ada yang dibawah 10. Mudah-mudahan ini menjadi gambaran umum kita sehingga ada kebijakan bisa diambil,” ujarnya.

Riza juga mengakui diri­nya telah mendesak Gu­bernur Sumbar dengan meminta vaksin Covid-19 diperbanyak untuk Paya­kumbuh. “Memang walau­pun pemerintahan oto­ma­tis berjalan, bukan serta merta vaksin ini datang. Kita harus juluk, dengan mengirim surat dan kejar gubernur, vaksinasi ini pen­ting untuk membentengi diri dari Covid-19,” kata Riza. Riza juga menerangkan untuk tracing, idealnya bila 1 positif minimal dilakukan kepada 15 orang, sesuai standar WHO. Rasio tracing harus ditingkatkan ke depan, mengejar orang-orang berkontak erat de­ngan pasien positif. “Kalau tracing tinggi, zona tidak akan beranjak merah, ka­rena nilai tracing masuk ke dalam poin zona. Meskipun banyak yang positif tapi tracing banyak, kita bisa naik ke zona kuning dan mengejar ke zona hijau,” ujarnya.

Kepala Dinas Kese­ha­tan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal dalam papa­ran­nya menyampaikan kasus di India, persoalan uta­manya adalah karena me­reka telah merasa bebas dari Covid-19 dan mereka berkumpul-kumpul kem­bali. Akhirnya muncul, per­tautan beberapa kasus pada virus ini, sehingga memudahkan terjadi mu­tasi virus. “Bertemunya virus antara satu orang de­ngan orang yang lain, akan berinteraksi dan ber­mu­tasi. Ketika ditularkan ke­pada orang lain, inilah yang menjadi varian baru se­hingga terjadi penularan yang luar biasa. Lebih dari 300.000 orang meninggal di India akibat Covid-19, hing­ga ruang kelaspun jadi ru­ang isolasi,” kata Bakh­rizal.

Menurutnya, virus mu­tan ini tidak menggunakan kerongkongan, faring, dan hidung untuk target. Dia langsung ke paru-paru, sehingga paru-paru ter­tutup seperti awan, hingga akhirnya membuat sistem pernapasan tak bekerja dengan baik, akhirnya se­seorang penderitanya me­ninggal dunia.

“Jangan sampai terjadi mutasi supaya kita aman. Karena berdasarkan hasil penelitian, 98 persen vak­sin sinovac efektif. Meski dari data yang telah di­vaksin ini tidak beberapa orang yang bisa terkena positif. Yang sudah divak­sin tidak menjamin kebal terhadap virus, tapi ge­jalanya tidak sampai be­rat,” kata Bakhrizal.

Bakhrizal juga me­nyam­­paikan informasi su­dah 5 negara bebas mas­ker seperti Amerika, Selan­dia Baru, Cina, Bhutan, dan Israel. Percepatan luar biasa juga harus dilakukan di Payakumbuh, dalam satu bulan harus tidak ada kasus positif dan tidak ada kematian. Ini memang be­rat, tapi harus dilakukan.

“Apakah sanggup kita menjelang Agustus kem­bali ke zona hijau? Artinya Juni sudah 0 kasus dan kita sudah memasuki zona hi­jau jika punya komitmen kuat untuk ini. Dimana 5M berjalan, dan treatment 1 kasus 15 kontak. Kita bisa menjadi yang perdana me­masuki zona hijau, jika kita sepakat, kita harus sang­gup,” ujarnya.

Kapolres AKBP Alex Prawira melalui Waka­pol­res Kompol Jerry Syahrim menyebut siap men­du­kung penuh target Paya­kumbuh ke zona hijau. Menurutnya kampung ta­geh harus diaktifkan guna mendukung kebijakan pe­nanganan yang akan dila­kukan kedepan. “Artinya kita harus saling bersinergi baik itu dari RT, RW, Lurah, Camat, Dinas, dan Penegak Hukum agar kampung-kampung tageh bisa kita wujudkan. Unsur tokoh ma­syarakat sangat memiliki peran penting sekali di­sini,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional