Menu

Jejak dan Cakaran Satwa Ditemukan di kebun Warga, BKSDA Agam Siapkan Kamera Jebak

  Dibaca : 132 kali
Jejak dan Cakaran Satwa Ditemukan di kebun Warga, BKSDA Agam Siapkan Kamera Jebak
cakaran—Warga Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam digegerkan dengan jejak cakaran satwa liar yang diduga harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) di pohon kulit manis yang ada di kebun miliknya.

AGAM, METRO–Warga Jalan Lingkar Situpo, Jorong Mudiak, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjungraya, Kabu­paten Agam, Sumatera Barat dige­ger­kan dengan jejak cakaran sat­wa liar yang diduga harimau Su­matera (panthera tigris sumatrae) di pohon kulit manis yang ada di ke­bun miliknya.

Wali Nagari Duo Koto, Joni Safri di Lubukbasung, Kamis, menga­takan jejak itu pertama kali ditemukan Alamsyah (55) saat berada di kebun untuk mencari buah durian pada Selasa (10/8) pagi.

“Pada Senin (9/8) ma­lam, Alamsyah mendengar bunyi satwa di kebun saat ia sedang berada di dalam pondok. Ia langsung me­nga­takan ambillah durian itu dan jangan ganggu sa­ya,” katanya.

Pada Selasa (10/8) pagi, tambahnya, Alamsyah me­ne­mukan jejak satwa di po­­hon kulit manis dan me­la­porkan temuan jejak satwa itu Bhabinkamtibmas Duo Koto dan kepadanya.

Setelah itu, ia langsung melaporkan  temuan jejak cakaran satwa itu ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam untuk memastikan jejak cakaran tersebut pada Selasa (12/8) malam.

Namun ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun saat memanen durian dengan cara meng­hindar apabila kete­mu dengan satwa agar tidak diserang dan jangan sen­diri di kebun.

“Segera menghindar ke lokasi lebih aman, agar tidak diserang satwa itu. Imbauan itu telah kita sam­­paikan ke warga,” ka­tanya.

Sementara itu, Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra mengatakan petugas Resor KSDA Agam lang­sung ke lokasi untuk me­mastikan jejak yang dila­porkan itu dengan Wali Jorong Mudik Pindi Eka Hadi Nata dan warga seki­tar pada Kamis (12/8).

Dari hasil identifikasi dan wawancara saksi ma­ta, petugas menemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak cakaran macan dahan (neofelis diar­di diardi) dan beruang ma­du (helarctos malaya­nus) di lokasi.

Selain itu menemukan bekas buah durian yang dimakan beruang madu. “Jejak itu diperkirakan sekitar satu sampai dua hari lalu,” katanya.

Ia menambahkan, Re­sor KSDA Agam bakal me­masang kamera jebak un­tuk memastikan gambar vi­sual pada Jumat (13/8).

Apabila terekam be­ruang madu atau macan dahan, tambahnya, Resor KSDA Agam bakal mela­kukan pengusiran satwa itu, karena jarak dari lokasi ke hutan lindung hanya 150 meter dan dari pemukiman hanya 500 meter.

Resor KSDA Agam juga sedang menangani konflik antara manusia dengan satwa berupa beruang ma­du di Jorong Pincuran Ga­dang, Nagari Bayur, Keca­matan Tanjungraya. “Kita memasang satu unit kan­dang jebak dan tiga unit ka­mera jebak pada,” katanya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional