Menu

Jauhi Fitnah, Hasad, Dengki dan Adu Domba

  Dibaca : 240 kali
Jauhi Fitnah, Hasad, Dengki dan Adu Domba
Masoed Abidin (Ulama Sumbar)

Di masa ini, kita hidup dalam zaman kemudahan komunikasi dalam rangkaian information and communication technologies (ICT). Maka tidak jarang terjadi berbagai isu dan fitnah yang bisa tersebar dengan gampang dan cepat akhirnya tanpa disadari sesama manusia saling bermusuhan.

Padahal dosa dari fitnah, hasad dengki dan adu domba itu sangat berat sekali. Adu domba atau namimah merupakan sebuah perbuatan yang sangat tercela karena tujuan daripadanya menyebarluaskan berita yang tidak benar (fitnah).

Akibat nyatanya, antarindividu atau masyarakat tidak saling menyukai satu sama lain dan akhirnya terjadi pertikaian dan perbantahan. Adu domba merupakan suatu perbuatan rekayasa yang sengaja dilakukan untuk merusak dan atau bahkan menghancurkan tatanan pergaulan serta pemicu terjadinya permusuhan.

Hal ini sangat bertentangan dengan syariat Islam, dimana tujuan bermasyarakat di dalam Islam ialah membangun individu dan masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa serta pribadi yang sholeh. Yang tersambung dalam jalinan cinta dan kasih sayang serta silaturrahim yang erat dengan keramahan antara sesama.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS Al Hujurat: 6).

Balasan Allah terhadap orang-orang yang suka mengadu domba ini berat sangat. Pengadu domba tidak akan masuk surge. Hudzaifah bin Al Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim No. 105)

Selanjnya akan mendapatkan siksa di dalam kuburnya. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah SAW berjalan melalui dua buah kubur, lalu bersabda yang artinya. “Sesungguhnya kedua orang yang mati ini disiksa, tetapi tidaklah mereka disiksa karena kesalahan besar.”

*Adapun yang seorang di antara keduanya itu dahulunya ketika di dunia suka berjalan dengan melakukan adu domba. Sedang yang lainnya, maka ia tidak suka menghabiskan sama sekali dari kencingnya yakni di waktu kencing kurang memperdulikan kebersihan (tidak menyucinya) serta tidak menjaga kesucian dari najis. (HR Imam Bukhari).

Selanjutnya juga mendapatkan siksaan di akhirat. Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Isra’Mi’raj menyaksikan bagaimana para pengadu domba disiksa di neraka. Rasulullah SAW melihat segolongan lelaki dan wanita yang memotong satu potongan daging daripada salah seorang dari mereka.

Kemudian mereka meletakkan potongan daging tersebut pada mulut salah seorang dari mereka dan berkata kepadanya: “Makanlah seperti yang aku makan.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

Jibril ‘alaihisalam menjawab: “Mereka inilah pengumpat, pencela serta pengadu domba,”

Semoga kita dilindungi Allah dari keburukkan adu domba dan perbuatan fitnah ini. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan semoga Allah meredhai dan mengampuni kesalahan, kesilapan dan dosa dosa kita di bulan penuh Maghfirah ini. Wallahu‘alam bis-Shawaab. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional